Naldi Haroen Sentil Bank Indonesia dan Menteri Erick Thohir Soal Bank Bukopin

Rabu, 17 Juni 2020 – 15:58 WIB
Ketua Koordinator BUMN Watch Naldi Nazar Haroen. Foto: BUMN Watch

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Koordinator BUMN Watch Naldi Nazar Haroen menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan mendiamkan saham mayoritas PT Bank Bukopin Tbk kini dikuasai negara asing.

Menurut Naldi, seharusnya Bank Indonesia (BI) dan Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir bisa menyelamatkan masalah keuangan yang dialami Bank Bupokin tersebut.

BACA JUGA: Kamrussamad Kecam OJK Loloskan Kookmin Bank Jadi Pengendali Bukopin

“Terus terang saya merasa sangat prihatin kenapa bank yang tergolong tua di Indonesia ini bisa dikuasai asing. Seharusnya, BI dan Kementerian BUMN bisa menyuntikkan dananya ke Bank Bukopin itu. Kan ada saham pemerintah di sana sebesar 9,8 persen. Kenapa tidak ditambah saja,” ungkap Naldi dalam keterangan persnya, Rabu (17/6/2020).

Menurut Naldi Haroen, Bank Bukpoin sudah berdiri 50 tahun dan sebagai penopang Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) di Indonesia. Oleh karena itu, amat disayangkan jika bank itu kini dikuasai negara asing 

BACA JUGA: Bank Asal Korea Selatan Miliki Saham Bukopin

"Saya enggak percaya, kalau bank yang telah dikuasai asing akan mendukung UMKM. Mereka akan lebih banyak ke personal dan cooperate-nya," ujar Naldi.

Naldi menduga ada persaingan antarbank di Indonesia saat terjadinya masalah keuangan pada Bank Bukopin. Hal itu menyebabkan, tidak turunnya peran pemerintah untuk menyelamatkan Bank Bukopin.

BACA JUGA: Gaungkan Cinta Bahari, TNI AL Tingkatkan Kerja Sama dengan TVRI

“Saya menduga ada gelagat persaingan antarbank juga. Sehingga, pemerintah tidak turun tangan menyelamatkan bank itu dari genggaman negara asing," ungkap Naldi.

Ke depan Naldi berharap pengawasan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap bank-bank yang ada di Indonesia bisa diperketat. Hal itu, lanjut Naldi, untuk mengetahui terjadinya masalah keuangan dari awal yang terjadi disetiap bank.

"Jadi nasabah tidak ketar-ketir menyimpan uangnya di bank itu. Mereka merasa aman dan tidak risau. Kapanpun nasabah yang akan melalukan transaksi penarikan dalam jumlah besar tidak dibatasi oleh bank tersebut,” pungkas Naldi Nazar Haroen.

Sebelumnya, KB Kookmin Bank yang berasal dari Korea Selatan dikabarkan telah menyetor dana komitmen berupa escrow account sebesar US$ 200 juta ke dalam rekening deposito Bank Bukopin. Sehingga, KB Kookmin Bank kini menguasai saham Bank Bukopin itu.(fri/jpnn) 

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler