Nana Juhariah Ditangkap Intelijen di Apartemen Surabaya, Nih Fotonya

Minggu, 07 November 2021 – 04:37 WIB
Kasi Pidum Kejari Denpasar, terpidana Nana Juhariah, Kasipenkum Kejati Bali, Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan di LPP Perempuan (kiri-kanan), Sabtu (6/11). Foto: ANTARA/HO/Ayu Khania Pranisitha

jpnn.com, DENPASAR - Buronan kasus narkotika bernama Nana Juhariah asal Bekasi, Jawa Barat, ditangkap tim intelijen Tangkap Buron (Tabur) dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Negeri Denpasar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A Luga Harlianto mengatakan Nana Juhariah jadi buronan intelijen Tim Tabur lebih selama enam tahun.

BACA JUGA: Identitas Kerangka Manusia Terungkap, Ternyata

"Yang bersangkutan ini sering berpindah-pindah (tempat) untuk menghindari petugas. Dari yang awalnya lari ke Jakarta kemudian pindah lagi ke beberapa wilayah Pulau Jawa," kata Luga Harlianto saat konferensi pers di LPP Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Bali, Sabtu malam.

Nana Juhariah merupakan terpidana dalam perkara Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang pada tahun 2014 telah diputus bebas di Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

BACA JUGA: Mantan Pacar Mendadak Datang ke Rumah Mbak S, Langsung Memeloroti Celana Dalam

Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1863.K/PID/Sus/2014 tanggal 3 Juni 2015 kasasi Penuntut Umum diterima dan mengadili terpidana Nana Juhariah.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap Nana Juhariah dengan pidana penjara selama 3 tahun dengan denda sebesar Rp500 juta subsidair empat kurungan penjara," kata Luga sambil membacakan putusan MA.

Dalam perkara ini, terpidana dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana Narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan melakukan tindak pidana Pencucian Uang yang diketahuinya merupakan hasil tindak pidana.

Keberadaan terpidana Nana Juhariah merupakan pengembangan dari perkara atas nama Hendra Kurniawan yang saat ini sedang menjalani pidana selama 15 tahun di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dengan barang Bukti berupa sabu dengan jumlah atau berat bersih 404,7 gram.

Luga mengatakan bahwa terpidana tersebut masuk dalam daftar DPO selama enam tahun sejak putusan MA diterima.

"Kurang lebih selama 3 minggu terakhir dapat laporan dari masyarakat akan keberadaan terpidana Nana Juhariah di Kota Surabaya. Sehingga tim langsung berangkat dan menangkapnya pada Jumat (5/11) pukul 17.45 WIB di sebuah apartemen di Surabaya," katanya.

Saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terpidana langsung dibawa ke Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Denpasar, untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar dan memproses putusan pemidanaan penjara.

"Dengan ini kami peringatkan tidak ada tempat yang nyaman bagi terpidana yang buron atau DPO karena tim selalu melakukan deteksi terhadap keberadaan terpidana. Jadi bagi terpidana yang mencoba untuk melarikan diri agar mengurungkan niatnya dan menyerahkan diri ke Kejaksaan untuk menjalani putusan pidana," tegasnya. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler