NasDem Siapkan Kejutan di Pilgub Sulut 2020

Rabu, 05 Juni 2019 – 23:16 WIB
Partai Nasdem. ILUSTRASI. Foto: JPG/JPNN.com

jpnn.com, MANADO - Sebanyak 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut) akan menjadi penentu dalam pemilihan gubernur 2020 nanti. Dari data, kader Partai NasDem yang terbanyak menempati posisi kepala daerah yakni enam daerah.

Kader partai berslogan restorasi itu merebut posisi kepada daerah untuk Kota Manado, Bitung, Minahasa Utara, Kotamobagu, Bolmong, dan terakhir Talaud. PDI Perjuangan empat daerah yakni Minahasa, Bolmong Selatan, Sitaro, dan Minahasa Tenggara. Golkar punya tiga daerah seperti Tomohon, Sangihe, dan Minahasa Selatan. Sedangkan PAN dan PPP masing-masing satu. PAN di Bolmong Timur dan PPP di Bolmong Utara.

BACA JUGA: NasDem Laporkan Dana Kampanye Rp 259 Miliar ke KPU

BACA JUGA: Mutasi 53 Perwira Tinggi TNI: Personel TNI AD Terbanyak, Disusul TNI AL dan TNI AU

Meski demikian kader banteng, sebutan PDI Perjuangan, terbanyak di posisi papan dua. Dari enam daerah di bawah kekuasaan NasDem, empat kader PDI Perjuangan di posisi wakil kepala daerah. Ditambah satu daerah, Minsel.

BACA JUGA: Salut ! Caleg Perempuan dari NasDem Terpilih 32,2 Persen

Partai yang dipimpin Olly Dondokambey ini juga mendapat kursi terbanyak di 10 daerah dan provinsi. Termasuk mengutus tiga kadernya ke DPR RI. PDI Perjuangan pun makin percaya diri.

Meski ada sejumlah nama bermunculan di bursa pilgub, namun Olly dengan percaya diri menyatakan jika sampai saat ini calon yang akan diusung PDI Perjuangan adalah duet OD-SK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw).

BACA JUGA: NasDem Klaim jadi Pemenang Pemilu Legislatif 2019

“Sampai saat ini masih OD-SK (yang akan dicalonkan),” beber Olly. Meski begitu, Bendahara Umum PDI Perjuangan ini tak ingin menutup komunikasi dengan partai politik lain.

“Dari hasil pileg kita bisa mengusung tanpa koalisi. PDI Perjuangan bisa calon sendiri. Kalau ada parpol yang ingin bergabung silakan. Kalau ingin ikut kita silakan,” kata Olly.

Sementara NasDem, dipastikan tak akan diam. Berhak mengusung di pilgub dan dibekali para kepala daerah, NasDem jadi ancaman serius petahana. Sudah pasti NasDem akan mempertahankan daerah yang sedang dikuasainya. Seperti Bitung, Minut, dan Manado.

Di Bitung sudah pasti petahana Maxmiliaan Lomban akan diusung lagi sebagai calon wali kota. Di Minahasa Utara, Vonnie Panambunan sedang menyiapkan penggantinya. Di Manado, NasDem belum banyak bicara.

Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Sulut Felly Estelita Runtuwene menegaskan, setelah berhasil melampaui target di pileg baru-baru ini, perjuangan NasDem akan berlanjut hingga pilkada di tujuh kabupaten/kota serta pemilihan gubernur. “Kami berharap akan lebih baik lagi kedepannya,” tandas caleg NasDem terpilih ke DPR RI ini.

Sedangkan Ketua DPD I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) belum memberi komentar banyak terkait pilgub. Menurut CEP, sapaan akrabnya, konsolidasi akan terus dilakukan Golkar dalam persiapan Pilkada serentak 2020.

“Komunikasi politik dengan partai lain akan terus kita lakukan. Untuk meraih kemenangan di Pilkada 2020,” tandas CEP.

Di sisi lain, melihat pertarungan pilgub 2020, pengamat politik Dr Stefanus Sampe menyatakan akan tampil beda. “Lihat saja pileg baru-baru ini. Partai senior ada yang keok. Ada juga partai baru dua kali ikut pileg sudah melesat,” kata Sampe. Kejutan di pileg, lanjutnya, bukan tidak mungkin berlanjut ke Pilkada 2020.

“Apalagi ini ada tujuh daerah yang akan jadi peserta. Konsentrasi parpol bakal terpecah. Kemungkinan akan ada daerah tertentu fokus mereka agar bisa capai hasil maksimal,” sebutnya. Misalnya Golkar. Melihat hasil yang cukup mengecewakan di pileg, yakni perolehan kursi DPRD provinsi turun dan membuat Golkar harus koalisi untuk mengusung calon, bisa saja Golkar akan konsentrasi di daerah. “Mungkin Minsel dan Manado,” tukasnya.

Untuk NasDem, diakuinya bisa jadi ancaman jika NasDem terusme lakukan konsolidasi. Terutama di daerah yang saat ini dipimpin kader.

“Karena masyarakat lebih condong ke figur. Sehingga faktor pengaruh kepala daerah untuk menentukan jumlah suara bisa sangat kecil," ujarnya seperti Manado Post Online.

Meski begitu, dia tetap mengakui faktor kepala daerah nanti berpengaruh dalam tahapan awal untuk menentukan koalisi pilgub.

"Kalau untuk lobi-lobi koalisi faktor pengurus partai yang memimpin suatu daerah ini sangat menentukan. Misalnya koalisi dua partai yang dua Ketua Partainya memimpin dua daerah berbeda," jelas Sampe.(gel)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gagal Masuk Senayan, Nafa Urbach: Saya Akan Tetap Kunjungi Dapil 6


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler