Nasionalis dari Nusa Tenggara Timur, Frans Seda Layak Mendapat Gelar sebagai Pahlawan Nasional

Senin, 18 Desember 2023 – 17:56 WIB
Mantan Menteri Keuangan asal NTT di era 1960an Frans Seda. Foto: website Pemuda Katolik

jpnn.com, JAKARTA - Frans Seda adalah seorang tokoh yang meninggalkan jejak abadi dalam sejarah Indonesia dan patut diberi gelar sebagai pahlawan.

Tokoh bernama lengkap nama lengkapnya Franciscus Xaverius Seda itu layak mendapat penghargaan tertinggi berupa gelar pahlawan nasional.

BACA JUGA: Serah Terima Buku, KBM JAYA Kawal Frans Seda Jadi Pahlawan Nasional

Hal ini disampaikan oleh DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar yang melihat telah banyak jasa Frans Seda untuk negeri.

Tokoh muda NTT tersebut mengatakan sejarah Indonesia telah mencatat berbagai kontribusi luar biasa dari Frans Seda dalam merintis dan membentuk dasar-dasar ekonomi Indonesia pasca-kemerdekaan.

BACA JUGA: Sejumlah Tokoh Usulkan Frans Seda Jadi Pahlawan Nasional

"Ini menandakan bukan hanya tindakan heroik di masa lalu, tetapi juga pencapaian berkelanjutan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat," ujar Marcellus Hakeng.

BACA JUGA: Menkeu Sri Mulyani: Frans Seda adalah Nasionalis Tulen

DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar

Selanjutnya, Ketua Bidang Penataan dan Distribusi Kader Pengurus Pusat Pemuda Katolik ini menegaskan bahwa integritas moral dan etika tinggi yang dimiliki oleh Frans Seda juga menjadi alasan kuat untuk mendapatkan anugerah gelar pahlawan.

"Kejujurannya, dedikasinya terhadap kepentingan umum, dan sikap adilnya dalam berbagai situasi menjadikannya teladan positif bagi masyarakat," sambung Marcellus Hakeng.

Pengamat  maritim tersebut menambahkan bahwa Frans Seda adalah contoh nyata bahwa gelar pahlawan bukan sekadar pengakuan atas tindakan heroik semata, melainkan bentuk penghargaan untuk kontribusi luar biasa, visi jangka panjang, dan integritas pribadi yang tinggi.

"Sebagai pemimpin dan pemikir, Frans Seda mewariskan inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berkontribusi dalam memajukan bangsa dan mencapai kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Marcellus.

Marcellus Hakeng menambahkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) akan merasakan kebahagiaan yang mendalam jika Frans Seda dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Gelar ini bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai simbol atas dedikasi luar biasa Frans Seda terhadap perjuangan dan pembangunan bangsa, khususnya dalam konteks perkembangan NTT.

"Dengan penganugerahan gelar pahlawan, masyarakat NTT akan merayakan warisan besar yang telah ditinggalkan oleh tokoh ini, merasa dihormati atas kontribusi gemilangnya, dan melihat pengakuan resmi dari negara terhadap peran signifikan Seda dalam membentuk sejarah dan kesejahteraan Indonesia, yang efeknya masih terasa hingga saat ini," tambah Marcellus.

Dalam konteks saat ini, Dr. Marcellus menyampaikan pesan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden yang memerhatikan serta mendukung pengakuan ini bisa membangun citra mereka sebagai pemimpin yang memahami sejarah dan kebutuhan khusus daerah-daerah seperti NTT.

"Menerima gelar pahlawan untuk Frans Seda dapat diartikan sebagai komitmen pemimpin masa depan untuk menghargai kontribusi lokal. Ini dapat menjadi faktor yang memengaruhi dukungan dan identifikasi masyarakat NTT terhadap kandidat tertentu dalam Pemilu 2024," imbuh Marcellus.

Franciscus Xaverius Seda, yang lebih dikenal dengan panggilan Frans Seda, dilahirkan di Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 4 Oktober 1926.

Dia belajar di Kolese Xaverius Muntilan dan HBS (Hollandsche Burgerschool) di Surabaya. Gelar sarjana ekonomi diraihnya dari Katolieke Economische Hogeschool, Tilburg, Nederland pada tahun 1956.

Frans Seda adalah seorang politikus, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler