NATO Cawe-Cawe di Indo-Pasifik, Tetangga China Justru Senang

Kamis, 06 April 2023 – 20:25 WIB
Kapal perang Amerika Serikat USS Bonhomme Richard. Negeri Paman Sam adalah anggota NATO yang paling aktif di kawasan Indo-Pasifik. Foto: US Navy

jpnn.com, TOKYO - Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada Rabu mengatakan dirinya menyambut baik peningkatan keterlibatan negara-negara anggota aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan Indo-Pasifik, di mana aktivitas militer China kian meningkat.

Dalam sesi perpanjangan pertemuan para menlu NATO di Brussels, Hayashi juga berjanji untuk meningkatkan kerja sama Jepang dengan NATO di tengah situasi keamanan global yang semakin tidak stabil, yang diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina.

BACA JUGA: Bertemu di Beijing, Menlu China dan Jepang Saling Memperingatkan soal Kedaulatan

Dia mengatakan bahwa Jepang tidak bisa sendirian mewujudkan "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka", istilah yang dipopulerkan oleh mendiang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Konsep itu telah digunakan oleh Jepang untuk meningkatkan kesadaran terhadap kekuatan militer dan ekonomi Beijing yang berkembang di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Barang Impor Ilegal Asal China Diamankan Polisi, Ada Mesin Harley Davidson

Para perwakilan dari Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru juga berpartisipasi dalam sesi tersebut.

Beberapa negara anggota NATO telah berupaya meningkatkan kerja sama pertahanan dengan para sekutu mereka di Asia-Pasifik mengingat situasi keamanan di kedua kawasan saling terkait.

BACA JUGA: Jepang Batasi Ekspor Semikonduktor, China Bakal Lakukan Pembalasan

Hayashi mengatakan dia bersedia memimpin upaya internasional untuk memperkuat dan menegakkan tatanan global berdasarkan penghormatan terhadap hukum internasional. Jepang adalah ketua Kelompok Tujuh (G7) tahun ini.

Para anggota G7--Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa--telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, sedangkan China menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi.

Hayashi menambahkan bahwa Jepang dan NATO telah mengerjakan revisi Program Kemitraan yang Disesuaikan Secara Individual, di mana kerja sama bidang siber, luar angkasa, penanganan disinformasi, dan domain lainnya diharapkan akan diperkuat.

NATO pada Rabu memperpanjang pertemuan tersebut, yang dimulai sehari setelah Finlandia secara resmi menjadi anggota ke-31 aliansi keamanan itu.

Bergabungnya negara Skandinavia itu ke NATO mengakhiri kebijakan luar negerinya yang netral terhadap Rusia.

Finlandia berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 1.200 kilometer dengan Rusia.

Hayashi, yang menghadiri pertemuan menlu NATO untuk tahun kedua berturut-turut, mengatakan Jepang mendukung bergabungnya Finlandia ke aliansi tersebut. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler