Negara Bagian AS Ramai-Ramai Desak Facebook Menjual Instagram dan WhatsApp

Kamis, 10 Desember 2020 – 21:11 WIB
Ilustrasi Facebook. Foto: REUTERS/Johanna Geron

jpnn.com - Komisi Dagang Federal (Federal Trade Commission) dan hampir semua negara bagian Amerika Serikat mendesak Facebook untuk menjual WhatsApp dan Instagram.

Berkas tuntutan tersebut diajukan pada Rabu (9/12) waktu setempat, Facebook disebut menggunakan strategi "buy or bury", beli atau kubur, untuk menghadapi persaingan dan perusahaan yang lebih kecil, dikutip dari Reuters, Kamis.

BACA JUGA: Australia Rilis RUU Paksa Google dan Facebook Bayar Konten dari Media Berita

Tuntutan untuk Facebook Inc menggarisbawahi akuisisi mereka terhadap Instagram senilai USD 1 miliar pada 2012, dan WhatsApp USD19 juta pada 2014.

Akuisisi tersebut, menurut berkas tuntutan, semestinya dibatalkan.

BACA JUGA: Instagram Rilis Fitur Live Rooms, Begini Cara Pakainya

"Selama hampir satu dekade, Facebook menggunakan dominasi dan kekuatan monopoli untuk menghancurkan lawan kecil, menghabisi kompetisi, semua atas nama pengguna harian," kata pengacara umum New York Letitia James, mengatasnamakan koalisi 46 negara bagian, Washington, D.C dan Guam.

Negara bagian Alabama, California, Georgia dan South Dakota tidak ikut menuntut Facebook.

BACA JUGA: Spesialis Pencuri Sepeda Akhirnya Dibekuk, Polisi: Hasil Curian Dijual di Facebook

James mengatakan Facebook segera mengakuisisi perusahaan sebelum mereka menjadi ancaman.

Penasihat umum Facebook Jennifer Newstead mengatakan, tuntutan tersebut sebagai "revisionis sejarah" dan bahwa undang-undang antimonopoli tidak bertujuan untuk menghukum "perusahaan yang sukses".

Menurut dia, Instagram dan WhatsApp sukses setelah Facebook berinvestasi.

Mengenai dugaan bahaya, Newstead berargumen bahwa konsumen mendapatkan keuntungan dari keputusan mereka menggratiskan WhatsApp dan bahwa pesaing seperti YouTube, Twitter dan WeChat "baik-baik saja" meskipun tidak ada akses ke platform pengembang. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler