Ngeri, Adison Tewas Bersimbah Darah Dibantai Dua Pria Bersaudara Ini

Senin, 17 Juli 2017 – 01:51 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BABEL - Kejadian yang menimpa Adison alias Dores alias Mancew, 29, bikin warga RT 14 Dusun 1 Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), geger, Minggu (16/7) pagi.

Adison ditemukan tewas bersimbah darah. Dia dihabisi dua saudara kakak adik, yaitu Jaka (26) dan Roza Umbaran (20) warga RT 05 Desa Jelutung II yang keseharian bekerja sebagai petani di Desa setempat.

BACA JUGA: Ardi Sembunyi di Bawah Ranjang, Tapi Kakinya Kelihatan

Kejadian pembunuhan inipun langsung dilaporkan oleh warga ke Polsek Simpang Rimba pada Minggu siang hari sekira pukul 13.30 Wib.

Kapolres Basel, AKBP Bambang Kusnarianto SiK melalui Kapolsek Simpang Rimba, IPTU Yudha Prakoso SIK membenarkan kejadian dan diduga bermotif dendam.

BACA JUGA: Percayalah, Bang Sandi Pasti Masuk Penjara

"Kejadiannya itu sekira pukul 07.30 Wib di rumah korban, Adison alias Dores alias Mancew. Motif sementara dendam lama. Saat ini kedua pelaku diamankan di Polsek Simpang Rimba guna penyidikan lebih lanjut dan nanti kedua pelaku akan kita serahkan ke Polres," ungkapnya.

"Pelaku dijemput anggota unit Reskrim dibantu tokoh masyarakat di rumah kerabatnya di Desa Jelutung II," ujar Yudha.

BACA JUGA: Edan, Perempuan Muda Ini Dalangi Pembunuhan Seorang Rentenir

Dia menambahkan korban meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam (sajam) dan luka serius di sekujur tubuhnya mulai dari kepala, kening, wajah, leher, tangan, perut serta di bagian belakang badan.

Sedangkan pelaku Roza Umbaran akibat kejadian tersebut mengalami luka pada pergelangan tangan kanan dengan 6 jahitan dan pelaku Jaka luka pada bagian lutut sebelah kanan dengan 4 jahitan.

"Kejadian tersebut terjadi bermula pada Sabtu (15/7) lalu sekira pukul 16.30 Wib. Pelaku Roza Umbaran saat itu hendak mendatangi pacarnya yang berada di Dusun Kemuning Desa Jelutung II.

Saat di tengah perjalanan pelaku bertemu dengan korban, kemudian pelaku memanggil korban dengan maksud menanyakan terkait korban menampar kakaknya, Jaka yang terjadi kurang lebih 1 bulan lalu di Dusun Serdang Desa Jelutung II," jelas Yudha.

Korban mendadak marah saat ditanya terkait manampar muka kakaknya itu dan langsung memukul wajah Roza sehingga terjadilah perkelahian.

"Korban mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya. Melihat hal tersebut pelaku langsung melarikan diri ke dalam hutan. Kemudian pada Minggu pagi pelaku Roza Umbaran bersama Jaka kakaknya mendatangi rumah korban dengan menggunakan sepeda motor Vixon merah dan membawa senjata tajam jenis parang dan pisau.”

“Begitu sampai di rumah korban, kedua pelaku langsung masuk ke rumah korban sambil memanggil korban. Saat itu korban yang berada di dalam kamar langsung memberikan perlawanan dengan menggunakan sebilah parang dan terjadilah perkelahian di dalam kamar tersebut," jelasnya.

"Karena merasa terdesak korban menyelamatkan diri ke luar rumah namun tetap diserang dan dikejar kedua pelaku sekitar kurang lebih 100 meter dari rumah korban.”

“Korban terjatuh akibat ditendang Roza Umbaran yang kemudian langsung membacok korban secara membabi buta dengan menggunakan parang sehingga korban bersimbah darah dan tidak bergerak lagi. Setelah itu kedua pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor," urainya.

Dia menegaskan, bahwa kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat agar mempercayakan proses hukum yang saat ini sedang berjalan dan tidak terpengaruh situasi agar tetap aman dan tertib.

"Untuk situasi saat ini di Desa Jelutung II kondusif, aman dan terkendali," tegas IPTU Yudha.(tom)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Foto Polisi Duduk Bareng Pembacok Hermansyah, Jadi Ingat Kasus Dai Bachtiar


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler