Ngobras Perdana 2022, Penyuluh Dibekali Cara Memanfaatkan Teknologi Informasi

Sabtu, 08 Januari 2022 – 22:08 WIB
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengajak para penyuluh pertanian untuk mengasah kreativitas dalam kegiatan Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kegiatan Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) yang kembali hadir pada tahun 2022, mengajak para penyuluh pertanian untuk mengasah kreativitas.

Hal ini juga memperkuat pembangunan pertanian mempunyai tujuan menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor pertanian.

BACA JUGA: Penyuluh Asahan Dilatih jadi Mentor Rantai Nilai

Untuk menghasilkan produktivitas, kualitas dan kontinuitas yang baik, Kementerian Pertanian terus berupaya menghadirkan SDM pertanian yang profesional daya saing dan wirausaha.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kementerian Pertanian akan terus melakukan pemberdayaan penyuluh, peningkatan kapasitas penyuluh dan pengalaman serta ilmu pengetahuan penyuluh.

BACA JUGA: Seusai Dijemput Polisi di Lapas, Napi Tewas

Mentan terus mendorong para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memiliki kemampuan membaca tantangan agroklimat dalam upaya mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Saya ingin ke depannya kemampuan PPL di atas rata-rata. Ini penting agar kita semua bisa menjangkau tantangan baru termasuk tantangan agroklimat yang ada. Karena itu kuasai teknologi,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, secara virtual dari Ruang AOR BPPSDMP menyampaikan bahwa tugas penyuluh adalah meningkatkan kapasitas petani, bagaimana caranya mendampingi petani agar mau dan mampu mengaplikasikan teknologi pertanian untuk menggenjot produktivitas dan meningkatkan produksi pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Bukan hanya menyediakan pangan untuk masyarakat di Indonesia, tapi juga menyediakan pangan untuk pasar luar negeri atau ekspor. Tahun 2022 ini harus lebih baik dari tahun 2021 agar kita termasuk orang yang beruntung," katanya dalam acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 1, Selasa (4/1).

Dedi menambahkan tugas penyuluh bisa dilakukan melalui berbicara atau silaturahmi dan juga bisa dilakukan melalui bahasa tulisan.

"Saat ini teknologi komunikasi sudah berkembang pesat, maka kita harus bisa memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal, salah satunya adalah melalui bahasa tulisan. Dan langkah pertama dalam menulis adalah dengan banyak membaca," kata Dedi.

Narasumber Ngobras dari Penyuluh Pusat Pertanian mengatakan jika menulis berarti berkomunikasi dengan pembaca atau masyarakat lewat bahasa tulisan.

Pesan yang disampaikan bisa berupa informasi, gagasan, pemikiran, ajakan, dan sebagainya.

Sumardi juga memberikan trik dan langkah-langkah dalam menulis. Diantaranya adalah dengan menetapkan tema atau topik, menetapkan judul, membuat kerangka karangan, mengumpulkan bahan tulisan, menulis, mengoreksi dan menyerut, menulis kedua kali, mengoreksi dan menulis terakhir serta mengirimkan dan memperbanyak naskah.

"Penulis harus memiliki 3 K, yaitu Kapasitas, Kapabilitas dan Konsistensi. Penulis harus memiliki kapasitas keilmuan pada persoalan yang ditulis karena memiliki ilmu atau pengalaman, kapabilitas dengan materi yang ditulis karena itu bidang keahliannya serta konsisten terhadap keilmuannya dan juga konsisten untuk tidak memberikan tulisan yang sama pada berbagai media massa," katanya.

Semua itu berawal dari membaca karena penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

"Dengan membaca kita bisa menabung kosakata dan menjadi peneliti kecil-kecilan. Saat menulis tempatkan diri kita sebagai pembaca, karena tujuan menulis adalah agar tulisan kita dibaca oleh orang lain," jelas Sumardi.

"Ada 10 kiat sukses menjadi penulis, yaitu berlatih menulis, suka membaca, menguasai tata bahasa, sabar, tekun dan berani, belajar bersama pakarnya, sosialisasi dengan lingkungan, berawal dari hobi, berbagi pengalaman lewat tulisan, jangan berhenti menulis,” terangnya. (rhs/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler