NISN dan NPSN Sejumlah Siswa MA tak Muncul di Laman UTBK

Selasa, 19 Maret 2019 – 16:37 WIB
Siswa SMA. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Sejumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) menghadapi masalah saat melakukan pendaftaran ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk mengikuti SBMPTN 2019.

Hal ini lantaran nomor induk siswa nasional (NISN) dan nomor pokok sekolah nasional (NPSN) tidak bisa muncul di laman UTBK. Sehingga mereka terancam tidak bisa ikut UTBK jika tidak segera meng-update data sebelum masa ujian pada 22 April mendatang.

BACA JUGA: Sudah Ada Solusi Kasus Alumni Pesantren Terkendala Daftar UTBK SBMPTN

Tidak munculnya data siswa ini lantaran pusat data siswa dan sekolah milik Kemenag, yakni Education Management Information System (EMIS) tidak meng-update data NISN dan NPSN. Kebanyakan, siswa yang duduk di kelas XII MA masih dinyatakan sebagai siswa SMP saat dicek data NISN-nya.

Sementara, di NPSN beberapa siswa malah tidak terdaftar sebagai siswa MA. Jika tidak ter-update, secara otomatis tidak muncul opsi pendaftaran di laman UTBK dan dianggap tidak memenuhi syarat.

BACA JUGA: Kemenag Pastikan Lulusan Ponpes Bisa Ikut UTBK SBMPTN 2019

BACA JUGA: Capek - capek Belajar untuk Ujian Nasional, Nilai enggak Dipakai

”Dari 30 siswa MA ini, sebanyak 20 siswa masih tercatat sebagai siswa SMP. Padahal sudah beda jenjang,” ujar Nur Solikin, operator SMK Muhammadiyah, seperti dilaporkan Radar Malang (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Antisipasi Koneksi Internet Padat, Soal UTBK Harus Diunduh Panitia

Nur Solikin merasa ada yang aneh dalam kasus ini. Karena menurut dia, pihak sekolah rutin meng-update data siswa melalui EMIS. Hingga dua minggu dibukanya pendaftaran UTBK SBM PTN gelombang pertama, data tersebut tidak berubah sama sekali.

”Paling parah memang diderita siswa yang mendaftar Bidikmisi. Di laman UTBK saja tertera data siswa tidak valid,” ungkap dia.

Dari sekitar 35 siswa yang mendaftar UTBK jalur Bidikmisi, ada 20 siswa yang NISN dan NPSN-nya bermasalah. ”Tahun lalu, ada siswa yang NISN dan NPSN-nya tidak muncul langsung didiskualifikasi dan tidak terdaftar,” keluh Solikin.

Kalau tidak ada sinkronisasi NISN dan NPSN di laman UTBK, siswa terancam mengikuti jalur kuliah mandiri.

Pihaknya sudah lapor kepada Kemenag dan menghubungi call center Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Namun respons yang didapat hanya disuruh terus update data. Dua hari kemarin, pihaknya sudah melakukan update, namun data siswa ini belum ada yang berubah status dari jenjang SMP ke MA.

”Jalan tengah, kami memberi lampiran kalau yang berstatus SMP tersebut benar siswa MA Muhammadiyah,” tambahnya lagi.

Masalah lambatnya EMIS memproses data siswa, sudah dirasakan Solikin saat SNM PTN lalu. ”Di SNM PTN, malah data kami hilang. Karena ngurus-nya lama dan tidak nutut, anak-anak dilempar ke Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN),” ucapnya.

Sementara, salah satu siswa kelas XII MA juga sempat merasakan lambatnya proses data NISN-nya tersinkronisasi di laman UTBK. ”Waktu tidak muncul, saya menghubungi guru dan diminta menunggu beberapa hari,” kata Navis A.N, siswa MAN 1 Kota Malang.

Navis juga mendapat laporan dari beberapa temannya kalau status mereka sebagai pelajar MA, justru masih terdaftar sebagai pelajar MTs. Di sisi lain, pihak LTMPT sudah berkoordinasi dengan Kemenag untuk memperbarui EMIS.

Ketua Pelaksana LTMPT Ravik Karsidi sudah mendapatkan surat permintaan Kemenag, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis). Permintaan tersebut berupa sharing pemberitahuan jika ada siswa MA yang datanya salah, diminta melakukan perbaikan di emispendis.kemenag.go.id.

”Jadi siswa nanti tidak memperbaiki data mereka sendiri. Nanti lapor operator sekolah, agar langsung bisa diperbaiki,” kata Ravik.

Dari laporan yang ada, Ravik membenarkan NISN dan NPSN siswa banyak yang bermasalah. Terutama, kesalahan nama orang tua dan status siswa sebagai pelajar kelas XII. ”Ada lagi permintaan dari Kemenag, berupa tampilan EMIS yang baru diberi tambahan menu UTBK,” kata mantan rektor Universitas Sebelas Maret ini.

Ravik menuturkan, untuk NISN siswa MA yang masuk ke data Kemendikbud justru tidak ada masalah. Kecuali, yang ada di dalam EMIS. Sementara itu, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo menyatakan, urusan NISN bagi siswa dan alumni madrasah atau pesantren bukan ranah LTMPT.

Dia menyatakan, urusan NISN tersebut ada di Kemenag. ’’Kalau memenuhi syarat pasti kita izinkan untuk mendaftar (UTBK, Red). Semua by system,’’ katanya. (san/c1/abm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Website UTBK Lancar Lagi, Ayo Daftar


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler