Nissan Garap Mobil Murah

Selasa, 26 Juli 2011 – 22:03 WIB
JAKARTA - Perusahaan otomotif terbesar kedua di Jepang, Nissan Motor, berkomitmen mendukung program pemerintah dalam penyediaan mobil murah lewat low cost and green carSeiring komitmen tersebut, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) siap mengalokasikan dana untuk investasi USD 312,5 juta.

Presdir PT NMI Takayuki Kimura mengatakan investasi tersebut ditujukan untuk peningkatan kapasitas produksi menjadi 180 ribu unit pada 2013

BACA JUGA: Pertamina EP Tawarkan Lima Lapangan KSO

Saat ini, kapasitas produksi Nissan hanya 50 ribu unit
"Untuk low cost and green car, kami memerlukan kapasitas lebih besar," ucapnya saat konferensi pers di Kementerian Perindustrian kemarin (25/7).

Kendati sudah menyatakan komitmen terhadap penyediaan kendaraan ramah lingkungan dengan harga terjangkau, Takayuki belum bisa menjelaskan secara detail rencana memproduksi low cost and green car

BACA JUGA: Amankan Aset Tanah, PLN Gandeng BPN

Sebab, pihaknya masih menunggu regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait program tersebut
"Setelah regulasi keluar, kami akan mengumumkan secara rinci," jelas Takayuki.

Untuk mendukung komitmen memproduksi mobil murah, NMI membangun pusat penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D)

BACA JUGA: Akuisisi Indosiar Langgar UU, DPR Siapkan Pansus

Dijelaskan, alokasi investasi senilai USD 312,5 juta belum meliputi pembangunan R&D dan rencana memproduksi low cost and green car.

Selain menaikkan kapasitas produksi dalam negeri, pihaknya memproyeksikan bisa menyerap tenaga kerja lebih besarDisebutkan, saat ini jumlah karyawannya 900 orang dan ke depan bisa mencapai 2.500 orangSeiring target tersebut, NMI berupaya meningkatkan konten lokal dari 60 persen menjadi 65 persen pada 2012.

Dengan perluasan kapasitas tersebut, NMI menargetkan penjualan menjadi 90 ribu unit pada 2013Tahun ini, target penjualan 60 ribu unit dengan pangsa pasar 7 persenSedangkan dalam jangka panjang, pihaknya menargetkan pangsa pasar bisa di atas 10 persen pada 2016.

Menteri Perindustrian M.SHidayat memfokuskan pengembangan ekspansi tersebut sebagai upaya penyerapan tenaga kerja dan disertai proses transfer knowledge yang melibatkan banyak tenaga ahli dari dalam negeriSedangkan pihak Jepang hanya diisi dua orang"Sebab, mereka menjalankan program yang dilakukan pemerintah, jadi saya memberi support pada mereka," kata dia.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan, program low cost and green car diminati sejumlah prinsipal kendaraan bermotorDi antaranya Daihatsu, Toyota, Suzuki, Nissan, dan GeelyMenurut perhitungannya, nilai investasi dari lima prinsipal untuk program mobil murah bisa USD 1,5 miliar.

Menurut dia, program tersebut berkaitan dengan kemandirian di bidang teknologiSebab, prinsipal yang berkomitmen terhadap program tersebut harus melakukan transfer teknologi"Nah yang sekarang ini posisi prinsipal masih tertarik," ungkap Budi.

Dijelaskan, komitmen tersebut akan muncul setelah regulasi dari pemerintah keluarMenurut dia, alasan proses tersebut memakan waktu cukup lama lantaran mempertimbangkan pasar yang terus berkembang"Artinya, ada tawar-menawarSebelum masuk ke legalitas, sudah melalui tahapan assembling, casting, manufacturing, dan machining." katanya(res/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bakrieland Kembangkan Sentul


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler