Nofrizon Sentil Gubernur Sumbar Gegara Hal ini

Senin, 09 Agustus 2021 – 15:54 WIB
Ruang rapat DPRD Sumatera Barat (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

jpnn.com, PADANG - Legislator DPRD Sumatra Barat Nofrizon menyentil Gubernur Mahyeldi Ansharullah.

Dia mengingatkan bahwa Sumbar saat ini masuk dalam lima provinsi dengan angka lonjakan kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia.

BACA JUGA: Anthony Ginting, Greysia dan Apriani Berpeluang Jadi PNS, Mereka Mau Enggak ya?

Dia pun mengingatkan agar gubernur tidak malah euforia dengan bantuan yang diberikan Presiden Joko Widodo ke Sumbar.

"Jangan euforia dengan bantuan yang diberikan presiden ke Sumbar, ini tentu sebuah tamparan bahwa penanganan COVID-19 di sini tidak baik."

BACA JUGA: Ini Bukan Menakut-nakuti, Begini Reaksi Setelah Vaksin Moderna

"Pusat tentu sudah memiliki semua data, jika tidak ada perbaikan maka akan dievaluasi di pekan mendatang," ujar anggota Nofrizon di Padang, Senin (9/8).

Menurutnya, Sumbar berada di peringkat ketiga daerah paling baik penanganan kasus dan angka kasus yang rendah saat masih dipimpin Irwan Prayitno dan Nasrul Abit.

BACA JUGA: Rela Lepas Masker 1 Menit Hanya untuk Foto Bersama? Bahaya!

Dia pun kemudian meminta agar Satgas COVID-19 bekerja keras melakukan penekanan kasus pandemi.

Sebab, ketika tidak terkendali korban akan terus berjatuhan.

"Persoalan pandemi ini bukan main-main, namun menyangkut nyawa orang banyak sehingga harus dicari solusi dengan tepat dan cepat," ucap anggota Komisi V DPRD provinsi Sumbar itu.

Nofrizon melihat gubernur masih asyik dengan kegiatan seremonial mendatangi kampung-kampung yang difasilitasi kader partai.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah kerja nyata menghadapi situasi, bukan hanya menghadiri acara seremonial yang berujung pada Pemilu 2024 nanti."

"Kami minta kepala daerah turun ke lapangan melihat kondisi terkini dan mencari solusi terkait penanganan COVID-19," katanya.

Presiden Jokowi sebelumnya menyoroti lima provinsi dengan kenaikan kasus COVID-19 paling tinggi pada 5 Agustus 2021.

Yakni, Kalimantan Timur dengan 22.529 kasus aktif, Sumatera Utara 21.876 kasus aktif, Papua 14.989 kasus aktif, Sumatera Barat 14.496 kasus aktif dan Riau 13.958 kasus aktif.

Angka kasus aktif di Sumatera Utara naik menjadi 22.892 kasus pada 6 Agustus.

Riau naik menjadi 14.993 kasus aktif, Sumatera Barat menjadi 14.712 kasus aktif, sementara di Kalimantan Timur dan Papua mengalami penurunan.

"Hati-hati, ini selalu naik dan turun, dan yang perlu hati-hati, NTT. NTT hati-hati."

"Saya lihat dalam seminggu kemarin, tanggal 1 Agustus, NTT itu masih 886 (kasus aktif). 2 Agustus menjadi 410 kasus baru."

"Kemudian 3 (Agustus) 608 kasus baru. 4 (Agustus) 530 (kasus baru). Kemudian lihat di 6 Agustus kemarin, 3.598 (kasus baru). Angka-angka seperti ini harus direspons secara cepat," pungkas presiden.(Antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler