Nonton Bola Gratis Bonus Luka Bakar

Terperosok ke Limbah Membara

Kamis, 24 Oktober 2013 – 10:21 WIB

jpnn.com - MALANG - Keasyikan Khali Fahtul Huda, 12, dan Danda Farisa Putra, 12, nonton bola di lapangan hijau harus dibayar mahal. Dua pelajar kelas 1 MTs itu terperosok ke limbah pabrik pada Selasa (22/10) pukul 16.00. Akibatnya, sekujur tubuh Danda dan kaki Khali menderita luka bakar serius. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan di Polres Malang Kota.

Kemalangan yang menimpa dua bocah warga Jl Sawahan, Kelurahan Tlogowaru, Kedungkandang, itu bermula saat mereka ingin menyaksikan sepak bola di lapangan Kelurahan Arjowilangun, Kedungkandang, dengan cara memanjat dinding tembok bagian depan milik pabrik pengolahan pupuk petroganik CV Pancuran Mas.

BACA JUGA: Istri Kades Tewas Menggantung

Saat berada di atas dinding tembok tersebut, sejumlah orang sempat memperingatkan. Warga takut mereka jatuh dan mengalami cedera mengingat tinggi tembok lebih dari 1,5 meter. "Sudah ada yang memperingatkan. Tapi, sepertinya tidak didengar," kata Waginah, 48, pemilik warung depan pabrik.

Peringatan warga yang ikut nonton pertandingan itu tidak mereka dengarkan. Malah, mereka asyik bercanda di atas bangunan tembok sehingga Khali terperosok dan jatuh di atas tumpukan abu bekas limbah pabrik yang dibakar.

BACA JUGA: Telisik Tarian Bugil, Dewan Usul Karaoke Ditutup Sementara

Mengetahui temannya jatuh dan kakinya terasa panas, Danda pun berusaha menolong. Namun, tubuh Khali yang lebih besar membuat Danda tidak mampu menariknya ke atas. Akhirnya, Danda pun ikut terjatuh ke dalam bara api yang masih membara.

Mereka pun akhirnya kepanasan dan keluar dari tempat tersebut. Mereka lari ke proyek seberang jalan untuk mencari air. "Yang saya tahu mereka lari dan berteriak kepanasan. Lalu, mereka masuk ke dalam tong berisi air," ungkap Waginah.

BACA JUGA: Ganti Rugi Mushala Jadi Bancakan Pamong Desa

Setelah kejadian itu, mereka pulang ke rumah. Karena terluka cukup parah, mereka pun dibawa ke RSSA Malang. Kaki Khali langsung ditangani tim medis. Setelah dirawat, dia diperbolehkan pulang.

Sementara itu, sekujur tubuh Danda menderita luka bakar hingga 40 persen dan harus menjalani rawat inap di RSSA Malang. "Khali boleh pulang karena hanya kakinya yang terluka. Kasusnya kami serahkan ke yang berwajib," ujar H Sutrisno, orang tua Khali, saat ditemui di rumahnya.

Di sisi lain, Kapolsek Kedungkandang Kompol Sutiono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung turun tangan untuk melakukan olah TKP dan memeriksa lokasi terjatuhnya dua anak tersebut. Kondisi tumpukan limbah yang berada di bagian depan bangunan itu juga diperiksa.

Ternyata, di bawah tumpukan tersebut terdapat api yang masih membara. "Api sudah disemprot PMK agar padam," ungkap Sutiono.

Berdasar informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Malang, limbah pabrik organik tersebut memang dibuang di bagian depan pabrik. Limbah dibakar tidak setiap hari. (bb/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Meninggal, Jamaah Haji Dimakamkan di Makkah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler