Telisik Tarian Bugil, Dewan Usul Karaoke Ditutup Sementara

Kamis, 24 Oktober 2013 – 09:56 WIB

jpnn.com - TASIK - Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya akan mengusulkan seluruh tempat hiburan karaoke di Kota Tasikmalaya ditutup sementara.

"Saya akan usulkan agar semua tempat hiburan karaoke dimoratorium dulu sementara waktu agar pemkot bisa fokus mencari solusi masalah yang tak kunjung tuntas," ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Pepen Ruspendi kemarin (22/10).

BACA JUGA: Ganti Rugi Mushala Jadi Bancakan Pamong Desa

Dia menyarankan laporan tari bugil itu jangan terlebih dahulu dibesar-besarkan, namun hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah mengawasi tempat hiburan karaoke.

Pepen mengatakan telah memiliki satu orang pecinta karaoke yang siap blak-blakan menceritakan situasi sebenarnya di tempat hiburan itu. "Tapi ya itu tadi masalah perlu bukti otentik. Dan, saya bukan menuduh melainkan meluruskan fakta," tuturnya.

BACA JUGA: Meninggal, Jamaah Haji Dimakamkan di Makkah

Untuk itu, kata Pepen, pihaknya akan menyarankan pemkot memoratorium karaoke upaya semua tudingan dan kenyataan bisa dianalisis serta dikaji dengan serius.

"Menurut saya moratirum karaoke akan jadi sebuah solusi sementara," ujar lelaki yang keras menaikkan pajak karaoke sebesar 75 persen tersebut.

BACA JUGA: Warga Protes, Jalan Ngumban Surbakti Diubah jadi Soekarno-Hatta

Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Endang Rusyanto mendorong penyelesaian masalah ini secara rasional bukan emosional.

"Rasionalitas hendaknya dibuktikan dengan dalil yuridis dan fakta hukum yang autentik tidak berdasarkan kepentingan dan projudice dari isu dan publik opini," tutur tokoh muda NU ini.

Bila pihak kepolisian dan tim pencari fakta menemukan secara ainul yaqin tari bugil itu, maka pihak pengusaha harus konsekuen menerima sanksi penutupan tempat usahanya.

Apabila tari telanjang itu tidak sesuai dengan fakta, maka harus jujur mengakui bahwa tidak ada alasan penutupan.

"Akhirnya semuaya akan menjadi energi positif untuk introspeksi bahwa pengawasan harus lebih ketat dari semua pihak. Sebab iklim investasi, supremasi kerukunan, dan kebersamaan warga kota jangan tercabik dengan kejadian yang masih diinvestigasi kebenaranya," tandasnya. (kim)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Warga Kepung BP Batam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler