Nurdin Halid Pertanyakan Loyalitas PAN sebagai Pendukung Pemerintahan

Jumat, 21 Juli 2017 – 17:43 WIB
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid di DPR, Selasa (18/7). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menilai aksi walkout Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pengambilan keputusan atas Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dalam paripurna DPR menunjukan inkonsistensi fraksi partai pimpinan Zulkifli Hasan itu sebagai pendukung pemerintahan Joko Widodo.

Sebab, mestinya PAN bersama-sama dengan fraksi partai pendukung pemerintah. "Itu inkonsistensi dari sebuah perjuangan," ujar Nurdin di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (21/7).

BACA JUGA: Fahri Yakin Banget MK Bakal Hapus Presidential Threshold

Nurdin menilai loyalitas PAN sebagai pendukung pemerintah patut dipertanyakan. Sebab, sambungnya, PAN mendukung pemerintah untuk memperoleh kursi menteri di Kabinet Kerja saja.

"Kalau orang mengatakan, kursinya mau tapi yang lain tidak ikut," katanya.

BACA JUGA: Bagaimana Kalau Ahmad Doli atau Indra Piliang yang Gantikan Novanto?

Kendati demikian Nurdin tidak mau mencampuri urusan internal PAN. Sebab, pilihan politik PAN terhadap RUU Pemilu tentu ada kaitannya dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar serentak.

"Mungkin saja ada kepentingan dalam menghadapi 2019," pungkasnya.(cr2/JPG)

BACA JUGA: Dewan Pakar Golkar Dorong Novanto Melawan KPK Lewat Praperadilan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bagaimana Nasib PAN ke Depan?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
RUU Pemilu   PAN   Golkar   Nurdin Halid  

Terpopuler