Obesitas Menekan Fungsi Testis

Selasa, 04 Januari 2011 – 16:47 WIB
Phaidon L Toruan. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JAKARTA -- Hati-hati dengan kegemukan atau biasa disebut obesitasCorporate Health Trainer, Phaidon L Toruan, mengingatkan, obesitas berkaitan erat dengan kenikmatan seksual

BACA JUGA: Tekan Baby Boom, Luncurkan Pil KB Pria

"Obesitas mengurangi kenikmatan dan kualitas seks," ujar Phaidon, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran pada 2000 itu kepada wartawan, Selasa (4/1).

Lebih lanjut Nutrition Manager Indonesia Football Academy (IFA) itu menguraikan, lantaran obesitas para pria berkaitan dengan kualitas seksual itulah, maka banyak wanita yang lebih suka pria dengan tubuh yang atletis dan perut yang rata
"Jadi kesukaan ini bukan sekedar perasaan," imbuh pria kelahiran 7 November 1973 itu

BACA JUGA: Tren Rambut 2011, Bob, Layer, dan Lurus

Maksudnya, para wanita sudah merasakan bahwa pria dengan tubuh atletis lebih memberikan pelayanan seks yang lebih baik
Karenanya, mereka tak suka pria dengan badan kegemukan.

Dokter Fai, begitu Paidhon biasa disapa, mengatakan bahwa  kegemukan menyebabkan penurunan kesehatan metabolisme tubuh yang mengontrol ereksi dan kadartestosteron di dalam darah.

"Obesitas cenderung menurunkan produksi testosteron dan free testosteron ( bentuk aktif dari hormon testosteron)," ujar dokter bertubuh atletis itu

BACA JUGA: Seribu Peserta Larut Dalam Tangisan

Bila secara alamiah, penurunan hormon testosteron seiring dengan proses penuaan"Biasanya dimulai pada usia 30-an," katanya.

Dijelaskan lagi, obesitas meningkatkan berbagai faktor risiko yang berhubungan dengan turunnya testosteron seperti obstructive sleep apnea ( penyumbatan saluran nafas waktu tidur), resistensi insulin ( diabetes), dan penyakit sindroma metabolik"Pernyataan ini dibuat oleh Andret Guay dari Harvard Medical School yang dipublikasikan di Journal Andrology tahun 2009.  Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya disfungsi ereksi," beber dokter yang pernah menjabat corporate fitness training di beberapa perusahaan papan atas tanah air ini.

Dokter Fai mengatakan, akibat  kanjutan dari turunnya hormon testosteron adalah meningkatnya risiko serangan jantungDisebutkan, penelitian kasus ini dilakukan oleh para ilmuwan di Boston University School of Medicine dan dipublikasikan di International Journal Impotence Research tahun 2009.  

Apa solusinya? "Solusi untuk mengatasi kelebihan lemak yang berakibat obesitas adalah kurangi lemak (fat loss), yang kata kuncinya adalah olahraga dan mengatur diet," terangnya.

Diterangkan, penggunaan tambahan hormon, seperti hormon testosteron pada pria, adalah salah satu alternatif untuk mempermudah usaha"Tentunya beda penggunaan testosteron untuk kepentingan terapi, yang menggunakan Therapeutic dose, dengan penyalahgunaan hormon testosteron pada olahragawan," ujar pria yang kini dipercaya sebagai direktur Sport Science BTN itu(sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ukiran Kayu pada Rumah Minimalis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler