Obligasi Berkelanjutan Bank BTN Kelebihan Permintaan

Kamis, 27 Juni 2019 – 12:50 WIB
Bank BTN. Foto Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Langkah PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk mengejar target pertumbuhan bisnis tahun ini dinilai akan semakin lancar setelah sukses meraih pendanaan dari pasar modal lewat penerbitan surat utang atau obligasi.

Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap II yang telah ditawarkan pada pertengahan Juni lalu ini meraih minat besar dari para investor dengan nilai penawaran yang masuk sebesar Rp 4,11 triliun. 

BACA JUGA: BTN House Price Index Triwulan I 2019 Naik 7,3 Persen

Perolehan tersebut lebih tinggi dari target indikatif yang diproyeksi akan meraup pendanaan sebesar Rp 3,14 triliun. Tiga seri obligasi PUB III Bank BTN pada tahap kedua ini semua meraih kelebihan permintaan.

“Meski kondisi pasar modal masih bergejolak selepas Pilpres dan kondisi ekonomi global terdampak perang dagang, namun minat dari para investor terhadap obligasi BTN cukup besar karena kinerja kami positif di mata investor,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (27/6).

BACA JUGA: Waskita Beton Lakukan Penawaran Awal Obligasi Berkelanjutan Rp 500 miliar

BACA JUGA: Aset BTN Capai Rp306 Triliun

Untuk seri A, jumlah pokok yang ditawarkan adalah sebesar Rp 1.756.500.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75% per tahun. Seri A yang jatuh tempo 8 Juli 2020 tersebut mendapatkan kelebihan permintaan sebesar Rp 256,5 miliar dari proyeksi awal sebesar Rp 1,5 triliun.

BACA JUGA: Membedah Kesulitan Pemerintah Daerah Terbitkan Obligasi

Sementara Seri B juga tidak kalah peminatnya, dengan jumlah pokok yang ditawarkan mencapai Rp 1.168.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun.

Perolehan dari seri B yang jatuh tempo pada 28 Juni 2022 tersebut lebih banyak dibandingkan target awal yang dipatok yakni sebesar Rp 803 miliar.

Kelebihan permintaan signifikan juga diraih obligasi Seri C dengan tingkat bunga tetap sebesar 9 % per tahun yang akan jatuh tempo 28 Juni 2024, berhasil meraih permintaan sebesar 1.219.500.000.000 lebih tinggi dibandingkan yang tercantum di “Informasi Tambahan Ringkas” (yang disampaikan ke BEI pada tanggal 12 Juni lalu) yaitu sebanyak Rp 835 miliar.

“Faktor yang membuat Obligasi BTN cukup menarik adalah tingkat bunga yang ditawarkan, karena saat ini kecenderungan yield SUN bertenor 1 tahun, 3 tahun dan 5 tahun yang menjadi benchmark obligasi PUB III BTN tahap II ini melandai dalam kurun 1 bulan ini,” kata Maryono.

Dengan tingkat bunga yang menarik, banyak Investor yang mengkoleksi obligasi PUB III tahap II.  Adapun mayoritas investor yang menggenggam obligasi Bank BTN tersebut adalah perbankan dan perusahaan asset management.

“Dana hasil penerbitan Obligasi PUB III Bank BTN tahap II ini akan digunakan untuk ekspansi kredit guna mengejar target pertumbuhan bisnis tahun ini,” jelas Maryono.

Penerbitan obligasi menjadi bagian dari strategi Bank BTN untuk mengamankan pendanaan jangka panjang untuk penyaluran Kredit Pembiayaan Rumah yang menjadi bisnis utama Bank BTN.

Sebagai informasi, BTN telah merencanakan Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan III sejak Juli 2017 dengan nilai maksimal Rp10 triliun. Adapun Obligasi PUB III BTN tahap I dicatatkan pada 14 Juli 2017 dengan nilai Rp5 triliun.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BTN Gandeng Moneygram


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler