Oesman Sapta Tuntun Mahasiswa Ucapkan Ikrar Melaksanakan Empat Pilar

Senin, 23 Mei 2016 – 23:53 WIB
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang menuntun dua orang mahasiswa dari Provinsi Aceh dan Provinsi Papua untuk membacakan ikrar melaksanakan Empat Pilar dan diikuti sekitar 2.000 mahasiswa peserta Jambore HIPMI Perguruan Tinggi Se-Asean di Kampus Universitas Telkom Bandung, Jawa Barat, Senin (23/5). FOTO: Humas MPR for JPNN.com

jpnn.com - BANDUNG – Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang menuntun dua orang mahasiswa dari Provinsi Aceh dan Provinsi Papua untuk membacakan ikrar melaksanakan Empat Pilar.

Ikrar tersebut diikuti sekitar 2.000 mahasiswa peserta Jambore HIPMI Perguruan Tinggi Se-Asean di Kampus Universitas Telkom Bandung, Jawa Barat, Senin (23/5).

BACA JUGA: Panglima TNI Terima Kunjungan KSAU Singapura, Lihat Nih Fotonya

“Demi Allah, saya berjanji akan melaksanakan Empat Pilar, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," begitu bunyi ikrar yang diucapkan Oesman Sapta sambil memegang tangan kedua mahasiswa. Ikrar juga diikuti seluruh peserta yang hadir.

Usai pembukaan Jambore HIPMI Perguruan Tinggi Se-Asean oleh Presiden Joko Widodo, acara berikutnya adalah penyampaian materi Empat Pilar Kebangsaan dalam perspektif penguatan ekonomi nasional. Narasumber materi ini adalah Wakil Ketua MPR Oesman Sapta.

BACA JUGA: Krishna Murti Diam-diam Sambangi Kejagung, Bahas Perkara Jessica?

Dalam paparannya Oesman Sapta mengatakan saat ini banyak generasi muda yang hilang rasa kebangsaan dan nasionalismenya.

“Ini disebabkan adanya intervensi dari luar yang membuat rasa kebangsaan kita luntur," kata Oso, sapaan Oesman Sapta.

BACA JUGA: Sudahlah, Anggota Dewan Jangan Ngotot Lagi

Karena itu, lanjut Oso, MPR menggiatkan sosialisasi Empat Pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. "Tapi generasi muda HIPMI tidak hilang rasa kebangsaannya," katanya. Oso minta generasi muda HIPMI untuk mengingatkan generasi muda lainnya di Tanah Air tentang ras kebangsaan itu.

Oso kemudian memanggil peserta dari Provinsi Aceh dan Provinsi Papua ke atas panggung. Tangan Oso memegang tangan kedua mahasiswi sambil mengucapkan ikrar akan melaksankan Empat Pilar.

Dalam sesi tanya jawab, para mahasiwa berebutan untuk bertanya kepada Oesman Sapta. Mereka menyerbu panggung untuk mendapat kesempatan bertanya. Akhirnya hanya beberapa orang saja yang mendapat kesempatan bertanya.

Salah satu di antarnya bertanya tentang suap dalam perijinan di kalangan pengusaha. Mendapat pertanyaan itu, Oso menjawab, "Itu (praktik suap dalam perijinan) yang dibenci Presiden Jokowi. Birokrasi yang panjang dan bertele-tele. Birokrasi itu harus dipotong agar lebih efisien dan efektif. Itu (praktik suap) harus dihilangkan dan semakin dikurangi. Itulah harapan kita semua.”(Adv/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah 5 Kepala Daerah yang Dilantik Presiden Rabu Besok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler