Ogah Memanen, Biarkan Tomat Membusuk

Senin, 24 Maret 2014 – 10:10 WIB

jpnn.com - BONDOWOSO - Para petani tomat di Bondowoso kini menjerit. Sebab, harga tomat di tingkat petani terus menunjukkan tren penurunan.

Lantaran harga jual tidak lagi menguntungkan, tomat di lahan pertanian yang mulai memerah tidak dipanen atau dibiarkan membusuk. Menurut Sutikno, 58, petani tomat di Dusun Rowo, Koncer Kidul, Tenggarang, harga tomat hingga kemarin anjlok di kisaran Rp 500 per kg.

BACA JUGA: Bangunan SD Disegel, Ratusan Murid Belajar di Bawah Pohon

“Kalau harga segitu, ya jelas rugi. Sebab, untuk bisa balik modal saja, harganya paling tidak harus Rp 2.000 per kilogram,” ujarnya Minggu (23/3).

Dengan harga yang sangat murah tersebut, Sutikno membiarkan tanaman tomatnya membusuk di pohon. Sebab, jika hanya laku Rp 500 per kg, ongkos panennya saja tidak cukup, bahkan rugi.

BACA JUGA: Napi Penerima Suap Hartati Pulang Melayat Adik

Padahal, kualitasnya sebenarnya cukup bagus. Yakni, tomat tersebut cukup lebat dan besar.

Anjloknya harga tomat diprediksi karena melimpahnya stok di tingkat petani. Sebaliknya, permintaan tomat, dari perusahaan atau pabrik, justru berkurang. “Sebelumnya, harga tomat sempat menyentuh angka tertinggi, bahkan sampai Rp 10 ribu per kilogram,” jelas Sutikno. (esb/JPNN)

BACA JUGA: Mabes Polri Puji Polres Simalungun

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selangkah Lagi Yakin Raih Adipura


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler