Oh Bunda Neno, Kok Puisimu Mengancam Tuhan?

Sabtu, 23 Februari 2019 – 05:26 WIB
Ahmad Dhani dan Neno Warisman saat mengadu ke DPR, Selasa (28/8). Foto: M Fathra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi atau SAMAWI, Aminuddin Maruf menilai puisi yang dibacakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Neno Warisman, pada acara Munajat 212, di Monas, Jakarta, tak pantas dan lebay.

"Kita bisa menilai, bagaimana puisi yang diucapkan Neno Warisman, seolah-olah mengancam Tuhan. Tuhan kok diancam," kata Amin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/2).

BACA JUGA: Panitia Bantah Ada Kekerasan Terhadap Jurnalis saat Munajat 212

BACA JUGA: Viral! Ini Puisi yang Disampaikan Neno Warisman saat Acara Malam Munajat 212

Dia mencoba membandingkan acara Munajat 212 dengan istigasah dalam rangka Harlah ke-73 Muslimat NU yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, di Gelora Bung Karno.

BACA JUGA: PDIP dan Gerindra Kompak Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan

"Doa yang dipanjatkan sangat berbeda. Kalau murni acara istigasah dan doa bersama untuk bangsa ya sudah berdoa saja tidak menyinggung kemenangan pasangan A atau pasangan B," tuturnya.

Amin menilai, Munajat 212 merupakan bentuk kebuntuan strategi tim kampanye pasangan 02. Bahkan dia menganggap kegiatan itu sebagai kampanye terselubung.

BACA JUGA: Kapitra Ampera: Munajat 212 Bukan Ibadah, Tetapi Kampanye

"Itu kampanye terselubung berbalut munajat dan doa. Mereka sudah tidak menemukan lagi cara kampanye selain menggunakan merek 212," tandasnya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dipersekusi saat Liput Munajat 212, Wartawan Lapor ke Polisi


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler