OJK Sebut Securities Crowdfunding Perwujudan Budaya Gotong Royong

Selasa, 08 Juni 2021 – 15:31 WIB
Tangkapan layar Sosialisasi Securitas Crowdfounding sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM melalui daring, Selasa (8/6). Foto: Elvi/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Securities Crowdfunding merupakan perwujudan dari budaya gotong royong yang ada di masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyebut terciptanya Securities Crowdfunding mengadopsi budaya yang lekat dengan masyakat.

BACA JUGA: OJK: IPO GoTo Sudah Dinanti Publik

"Kami cermati budaya gotong royong untuk tujuan membantu sesama sangat lekat di tengah masyarakat kita," ujar Hosen dalam Sosialisasi Securities Crowdfounding sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM melalui daring, Selasa (8/6).

OJK beberapa waktu lalu menerbitan POJK NO 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasais Teknologi Informasi atau Securitas Crowdfounding.

BACA JUGA: OJK Optimistis Pemulihan Ekonomi Global Berlanjut

"Kami meluncurkan ini dengan pertimbangan yang matang," ujar Hoesen.

Dia memaparkan istilah crowfunding bisa diartikan sebagai urunan dana atau patungan untuk membantu sesama, khususnya UMKM.

BACA JUGA: OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan hingga April 2021 Masih Solid, Ini Buktinya...

Namun, pada perkembangan financial technology (fintech) urunan dana ini dikemas dalam bentuk teknologi.

"Dilakukan melalui aplikasi atau platform digital yang dikenal dengan isitilah financial technology Crowdfunding,">Securities Crowdfunding," ungkapnya.

Co Founder CrowDana James Wiryadi mengatakan Securitas Crowfunding berperan dalam mempertemukan antara penerbit atau pengusaha dan investor sebagai penyandang dana.

Menurut James sasaran utama dari Securities Crowdfunding ialah UMKM di berbagai daerah di Indonesia, sehingga mampu memiliki pembiayaan dari investor.

Saat ini, James menyebutkan Securities Crowdfunding dinaungi oleh Asosiasi Layanan Urunan Dana Indonesia (ALUDI) bersama dengan berbagai platform lain.

Data ALUDI mengungkapkan terdapat ekosistem di dalam asosiasi tersebut sebanyak 400 ribu pemodal dan sudah terdaftar.

"Diproyeksi akan ada 400 ribu member baru dan ekosistem syariah sebanyak 250 ribu, pemodal baru pada Desember 2021," beber James.

Selain itu, ALUDI menghimpun dana sebesar Rp 253 miliar dengan target dana Rp 500 miliar hingga Desember 2021.

"Ditargetkan 500 UMKM bisa masuk dan mencari modal pada 2021," ujar dia. (mcr10/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler