Oknum ASN Pemprov Sulsel Ditangkap Polisi Gegara Ini, Duh Malunya

Senin, 28 November 2022 – 10:27 WIB
Ilustrasi ASN ditangkap polisi gegara judi sabung ayam. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MAKASSAR - Tim Satresmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel menangkap lima orang warga Kota Makassar terkait judi sabung ayam.

Para pelaku ialah Muh Syaiful (52), Kaharuddin (52), Rian (33), HJ Amma (52) dan Reza (36).

BACA JUGA: 2 Pria Sontoloyo di Cirebon Ini Ditangkap Polisi setelah Perkosa Anaknya Masing-Masing

Nama terakhir merupakan Aparatur Negara Sipil (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

"Kami amankan lima orang pelaku yang melakukan tindak pidana perjudian. Salah satunya adalah ASN di Pemprov Sulsel," kata Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Dharma Negara, Minggu (27/11).

BACA JUGA: Arief Poyuono Pilih Pemimpin Plonga-Plongo Ketimbang yang Berambut Putih

Hasil interogasi polisi, oknum ASN tersebut mengakui datang menonton dan sesekali memasang taruhan.

"Dia mengakui nonton, dia ikut juga taruhan dan harus membayar sekitar Rp 10.000 untuk masuk arena judi sabung ayam," ujar Kompol Dharma.

BACA JUGA: Soal Pencopotan Label Gereja di Tenda Pengungsi Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Bereaksi

Pengungkapan kasus itu bermula dari informasi warga terkait tindak pidana perjudian sabung ayam di Jalan Poros Pattene Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Lokasi itu dijadikan lokasi judi sabung ayam sejak dua tahun terakhir. "Kami pun langsung bergerak di lokasi," terangnya.

Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), Tim Resmob Polda Sulsel melihat ratusan penjudi yang tengah beraktivitas. Tak lama kemudian para pelaku lari kocar-kacir.

"Ada sekitar 100 orang di sana. Saat dilakukan penggerebekan mereka lari semua dan kami hanya mendapatkan empat penjudi ayam dan satu orang pengelola," tuturnya.

Dalam penangkapan itu polisi juga menyita uang tunai dan alat yang digunakan untuk taruhan judi sabung ayam.

Kemudian, ada 28 unit motor, 15 ekor ayam, enam ponsel, satu lembar papan bertuliskan uang masuk dan duduk Rp 10.000 dan satu lembar seng licin bertuliskan sewa kandang.

Terpisah Dirkrimum Polda Sulsel Kombes Jamaluddin Farti mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan operasi pekat lipu.

Sasaran operasi itu ialah pelaku kejahatan jalanan, seperti memiliki busur, geng motor, pemerasan, perjudian, premanisme, dan minuman keras.

"Operasi pekat lipu bertujuan untuk menekan angka kejahatan di wilayah Sulsel agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam beraktivitas," kata Kombes Pol Jamaluddin Farti.(mcr29/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : M. Srahlin Rifaid

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler