Oknum Honorer Mencabuli Anak Tiri, Wali Kota Medan Bobby Nasution Geram

Selasa, 27 Desember 2022 – 07:48 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Foto: Finta Rahyuni/jpnn.com

jpnn.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution geram menerima kabar ada oknum honorer di instansinya yang tega mencabuli anak tirinya sendiri.

Bobby menegaskan dan meminta polisi bergerak cepat memproses tersangka oknum honorer di Dinas Pertamanan Kota Medan itu.

BACA JUGA: Oknum Guru Mengaji Mencabuli Muridnya, Terancam Lama di Penjara

“Saya belum monitor (mengetahui), tetapi yang namanya pelanggaran hukum pasti kami minta kepada pihak berwajib untuk menindak dan memproses yang bersangkutan secara hukum,” ucap Bobby Nasution, Senin.

Ayah Al Nahyan itu menyerahkan sepenuhnya penegakan dan proses hukum kepada Polrestabes Medan.

BACA JUGA: Guru yang Mencabuli 8 Siswi SD di Bekasi Ditangkap, Tuh Tampangnya

Dia mengatakan Pemkot Medan tidak akan pernah membantu dan melakukan upaya pembelaan terhadap pegawai dan honorer yang terlibat kasus pelecehan seksual terhadap anak.

“Yang namanya salah apalagi pelecehan terhadap anak, ini musuh kita bersama dan anak adalah masa depan kita yang harus dijaga. Oleh sebab itu kami tegas meminta penegakan hukumnya,” ujar Bobby.

BACA JUGA: Amaden: Angkat Seluruh Honorer K2 PPPK di 2023, Cukup Seleksi Administrasi 

Sebelumnya, seorang oknum honorer di Dinas Pertamanan Pemkot Medan berinisial R ditangkap warga dan diserahkan ke Polrestabes Medan.

Pelaku diduga tega merudapaksa anak tirinya berinisial A.

Menurut keterangan kakek korban berinisial SL, perbuatan keji itu dilakukan R terhadap A di kawasan Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kala itu korban masih duduk di kelas 6 SD.

Kasus pencabulan tersebut baru terungkap setelah korban A menceritakan kepada ibunya. Saat itu korban duduk di kelas 3 SMP.

"Perbuatan ayah tirinya itu pertama kali disampaikan cucu saya kepada ibunya. Kalau pengakuan cucu saya, dia sudah lama (dirudapaksa), sejak dari dia kelas 6 SD dan sekarang dia sudah kelas 3 SMP. Tapi pastinya kapan, kami enggak tau," ungkap kakek korban, Minggu.

SL menungkapkan bahwa pihak keluarga sempat membuat laporan kepada polisi pada Sabtu, 8 Oktober 2022 lalu.

Namun, setelah kasus tersebut dilaporkan pelaku tak kunjung ditangkap, sehingga keluarga bersama warga menangkap sendiri pelaku dan menyerahkan kepada polisi.

"Sudah sempat buat laporan, tetapi belum ditangkap-tangkap. Sempat ribut tadi di rumah, lalu anak saya menelepon, kemudian saya tangkap (pelaku), lalu kami serahkan ke Polrestabes Medan," tandas SL. (mar8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wakil Wali Kota Medan Ditegur Gegara Berfoto Bareng Anies, Arief Poyuono Bereaksi


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler