Omni Channel Diyakini jadi Masa Depan Perbankan

Jumat, 26 Agustus 2016 – 01:17 WIB
Fuad Husni sebagai Country Manager Indonesia, NCR Corporation sedang memberikan penjelasan tentang tren, tantangan dan peluang perbankan Indonesia di Jakarta (25/8). Foto; Ist

jpnn.com - JAKARTA – NCR Corporation menunjukkan komitmennya mendukung industri perbankan Indonesia. Yakni dengan peningkatan pengalaman konsumen saat berinteraksi di lebih dari 120 bank di tanah air.

Ketika ATM pertama diperkenalkan pada 1980-an, nasabah bank menikmati pilihan. Apakah pergi ke bank atau menggunakan ATM untuk bertransaksi. Berlanjut dengan hadirnya sistem interactive voice response (IVR) dan layanan online pada pertengahan 1990-an, kemudian menyusul layanan mobile banking pada awal 2000-an.

BACA JUGA: Lampaui Ikan, Udang Jadi Komoditas Tumbuh Tercepat

Perkembangan ini menyebabkan konsumen dapat menikmati layanan multichannel. Mathew Heap, Regional Marketing Director, NCR Asia Pacific, mengatakan, pengalaman pelanggan yang berkesan saat bertransaksi adalah faktor kunci dalam membangun loyalitas pelanggan.

Pelanggan yang loyal akan membeli lebih banyak, tinggal lebih lama dan menyebarkan kesan pengalaman mereka kepada orang lain. Menurutnya, institusi-institusi yang sukses adalah yang menempatkan pengalaman pelanggan ke tingkat yang sama pentingnya dengan memperoleh pendapatan maupun efisiensi.

BACA JUGA: Tolong, Petani Apel Sedang Alami Krisis

“Pelanggan saat ini, yang kebanyakan sangat familiar dengan teknologi digital, ingin memperoleh pengalaman perbankan yang lancar, pribadi dan aman lewat berbagai cara, apakah online, mobile ataupun ATM,” ujarnya.

“Hal ini berarti memiliki jaringan kantor cabang terbanyak bukan lagi menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan. Tanpa menawarkan layanan multichannel yang dapat diintegrasikan kepada konsumen, institusi perbankan tersebut tidak akan memiliki keunggulan kompetitif,” kata Heap.

BACA JUGA: SMESCO Indonesia Fasilitasi Pertemuan Mitra UKM dengan Investor

Teknologi perbankan digital NCR digunakan oleh hampir 14 juta pelanggan di 800 lembaga keuangan, dan solusi branch transformation mereka telah digunakan oleh lebih dari 300 pelanggan di sektor finansial secara global.

Fuad Husni, Country Manager, Indonesia, NCR Corporation mengatakan, pihaknya memahami bahwa masa depan industri adalah tentang penerapan teknologi pintar.

“Kami memahami konsumen secara lebih mendalam, menyediakan lingkungan yang tepat sekaligus mendukungnya dengan perangkat lunak yang mudah digunakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, NCR adalah institusi pertama yang segera menyadari pentingnya omni-channel dan dunia digital bagi industri sejak lebih dari setengah abad yang lalu.

“Itulah sebabnya kami dengan gigih mengedukasi sektor perbankan tentang pentingnya omni-channel untuk mempertahankan daya saingnya. Kami telah melayani industri perbankan Indonesia sejak 20 tahun terakhir,” katanya.

Dalam kurun waktu tersebut, dia mengklaim pihaknya telah memiliki posisi yang kokoh di sektor jasa keuangan. Saat ini, hampir 20.000 ATM NCR telah dipasang oleh para mitra kami di seluruh Indonesia.

NCR percaya bahwa omni-channel sekarang bahkan menjadi semakin penting bagi Indonesia karena beberapa alasan.

Masyarakat kelas menengah ke atas di Indonesia diperkirakan berjumlah 88 juta orang dengan aset berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 500 juta. Jumlah ini diproyeksikan akan melampaui 140 juta orang dalam lima tahun ke depan.

Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang berhasil naik ke jenjang kelas menengah dan meningkatkan status perekonomiannya, maka kebutuhan mereka pun berubah, termasuk layanan perbankan seperti apa yang mereka harapkan.

Misalnya, segmen ini sudah terbiasa menggunakan telepon pintar ataupun tablet untuk berbelanja online sehingga mereka pun akan mengharapkan layanan perbankan yang lebih baik ketika menggunakan online banking.

Selain itu, segmen ini juga cenderung kurang puas dengan lamanya antrian dan layanan pelanggan secara keseluruhan di bank mereka saat ini.

“Perbankan Indonesia yang mentargetkan segmen ini harus memahami bahwa segmen tersebut bukanlah sekadar konsumen reguler yang memiliki aset lebih besar,” kata Fuad.

“Kelompok ini mengharapkan layanan yang lebih baik dari bank mereka dibanding segmen konsumen lainnya. Secara khusus, mereka mencari bank yang nyaman, aman dan yang paling penting, mampu menyediakan layanan yang mereka butuhkan melalui berbagai pilihan cara bertransaksi,” imbuh Fuad. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... AP II Siapkan Penambahan Infrastruktur di Terminal 3


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler