Oplos Miras di Pojok Kuburan, Empat Tewas

Kamis, 09 Januari 2014 – 13:56 WIB

jpnn.com - SURABAYA - Gencarnya berita minuman cukrik yang suda merenggut banyak korban di Jatim tak membuat enam pemuda kampung ini tak kapok. Akibatnya setelah asyik mengoplos miras cukrik dan berpesta di sudut kuburan Kristen Jalan Menanggal Surabaya selama dua hari, empat di antara pemuda itu tewas. 

Seorang lainnya masih terbaring di rumah sakit dalam keadaan kritis. Sedangkan seorang lagi belum diketahui kondisinya. 

BACA JUGA: Gara-Gara Baliho Caleg, Bidan Dicekik Paman

Korban tewas adalah Hendri Kristian alias Timon, 34, warga Jalan Menanggal V; M. Rofik, 28, warga Jalan Menanggal V Gang Sawo; Edi Siswanto, 38, warga Jalan Menanggal I Gang Anggur; dan Agus alias Deni, 32, warga Jalan Menanggal IV. 

Ketut alias Petal, warga Jalan Menanggal V yang masih selamat, namun kondisinya kritis dan sedang dirawat di RSUD dr Soetomo.

BACA JUGA: Judi, Dua PNS Dibekuk Polisi

Kondisi seorang peserta pesta miras lainnya yang bernama Pak Ji hingga sekarang belum diketahui. Polisi masih kebingungan mencari sosok yang sehari-hari menjadi tukang parkir itu. 

Kejadian tragis tersebut berawal dari pesta miras di dalam area makam Kristen Jalan Menanggal V. Lokasinya hanya berjarak satu rumah dari tempat tinggal Timon.

BACA JUGA: Gantung Diri, Talinya Putus

Makam yang berukuran sekitar 8x7 meter itu berbatasan dengan makam Islam. Di sisi pojok makam, ada gubuk kecil yang dilengkapi kursi. Di sanalah mereka melakukan pesta miras sambil menatap makam.

Pesta tersebut dimulai pada Minggu (5/1) sekitar pukul 17.00. Said, warga Jalan Gayungan Gang I Nomor 45, mengatakan, pesta itu diikuti enam orang. Selain meminum arak, korban mencampurnya dengan sejumlah minuman berkarbonasi dan suplemen. "Mereka mencampur sendiri. Ukurannya ya tidak ada," ungkapnya.

Pesta miras itu berlangsung hingga keesokannya dan berakhir sekitar pukul 06.00. Acara mabuk-mabukan tersebut terhenti lantaran miras yang dikonsumsi habis. Karena itulah, korban membeli arak lagi. Tak lupa, sebelum ditenggak, cukrik dicampur dahulu dengan sejumlah bahan. Pesta pun berlanjut sampai menjelang malam. 

Seusai pesta, enam orang tersebut pulang ke rumah masing-masing. Petaka dimulai pada Senin malam. Timon, Rofik, Agus dan Edi akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS. 

Sementara itu, Ketut boleh dibilang yang paling kuat. Kemarin siang dia masih segar bugar. Bahkan, polisi mengamankan dan memintai keterangan Ketut. Namun, di tengah-tengah pemeriksaan, Ketut mengaku pusing dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Hingga sekarang, dia masih dirawat di rumah sakit. (eko/nw/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sakit Tak Sembuh, Gantung Diri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler