OPTIMUS Bawa Dampak Positif, Efisiensi Subholding Upstream Capai USD 358 Juta

Jumat, 22 Oktober 2021 – 09:20 WIB
Pertamina melakukan salah satu langkah terobosan efisiensi, yang dilakukan melalui program OPTIMUS. Foto: Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Pertamina terus bertransformasi menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia.

Hal itu terus dilakukan pascapenyelesaian tahapan Legal Establishment Subholding Upstream Pertamina.

BACA JUGA: Pertamina: Jangan Khawatir, Stok Solar Cukup

BUMN migas itu melakukan salah satu langkah terobosan, yang dilakukan melalui program OPTIMUS.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Hulu Energi John H Simamora mengatakan OPTIMUS adalah sebuah strategi optimisasi biaya melalui efisiensi operasi, implementasi teknologi tepat guna, integrasi procurement dan penggunaan fasilitas bersama.

BACA JUGA: Gudang Penimbunan BBM di Semarang Digerebek, Pertamina Amankan Pasokan Solar Subsidi

Hingga Agustus 2021, telah berhasil dilaksanakan 136 program optimisasi yang diimplementasikan di seluruh grup Subholding Upstream Pertamina dan diharapkan dapat memenuhi target sebanyak 190 program pada akhir 2021.

"Kami bersyukur karena hingga Agustus 2021 kami dapat melakukan optimisasi biaya sebesar USD 358 juta atau sudah melebihi 115 persen dari target optimisasi biaya tahun 2021 sebesar 310 Juta USD," jelas John, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (22/10).

BACA JUGA: Dorong Pertumbuhan Pertashop, Pertamina: Semua Pihak Ikut Berkontribusi

Menurut dia, optimisasi biaya ini diperoleh dari 136 program yang telah terlaksana. Salah satu program tersebut adalah MAXTER atau Optimisasi Material Ex Lapangan Terminasi, di mana melalui Maxter ini kami bisa mengoptimalkan material pemboran dari lapangan ex terminasi untuk keperluan operasi di lapangan lainnya.

:Hingga Agustus 2021, Maxter mampu mencatatkan optimisasi biaya hingga USD 11 Juta," jelas John.

Selain itu, ada program optimasi biaya yang diterapkan di lapangan Pertamina Hulu Mahakam, yakni Low Operations Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies (Locomotive-8) Yang merupakan bagian dari proyek OPTIMUS.

Beberapa contoh inisiatif utama yang telah berhasil dilaksanakan melalui proyek Locomotive-8 ini adalah optimasi kegiatan Well Intervention dan optimasi pemanfaatan material eks terminasi.

"Program Optimasi Well Intervention Locomotive-8 telah mampu menjaga level produksi minyak dan gas Blok Mahakam sesuai target perusahaan dengan pencapaian biaya operasi yang lebih rendah sehingga mampu menghasilkan optimisasi biaya hingga USD 5,2 Juta," tambah John.

OPTIMUS yang berlangsung sejak Januari 2021 ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasi, kemampuan berinvestasi dan menciptakan laba di Subholding Upstream Pertamina.

"Dengan kondisi organisasi yang baru ini, Subholding Upstream terus melakukan langkah-langkah terobosan agar keberlangsungan bisnis dapat terus berjalan dan bertumbuh menjawab tantangan perubahan zaman", ujar John.

John menegaskan implementasi dari kebijakan tersebut membuat Pertamina bertransformasi menjadi organisasi yang lebih agile, lean, dan efisien dalam menjalankan tugas.

Perjalanan Subholding Upstream masih panjang, dan membutuhkan dukungan dari seluruh pihak terkait.

"Tentunya kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar transformasi Pertamina berjalan lancar dan kami mampu untuk berkontribusi positif pada target nasional 1 Juta BOPD dan 12 MMSCFD pada 2030", tegas John. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler