Soal Mahasiswa Tewas Dalam Diksar Mapala UII

Orang Tua Korban Saling Beri Dukungan

Kamis, 26 Januari 2017 – 12:50 WIB
Jenazah Muhammad Fadli, 20. Foto Radar Jogja/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Adi Suryanto, orang tua dari Muhammad Fadli, 20, mahasiswa UII Yogyakarta yang tewas saat mengikuti The Great Camping (TGC) di Tawangmangu akan berangkat ke Yogya setelah tahlilan tujuh hari.

Ia berharap pihak kepolisian bisa menuntaskan kasus tewasnya anak pertamanya itu.

BACA JUGA: Tiga Hari Pencarian 16 Korban Tewas Ditemukan

"Mereka (kampus) sudah undang kami, namun saya tunggu selesaikan dulu acara yang di sini," katanya seperti dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group) hari ini.

Pihak keluarga Fadli berencana akan menggelar doa tahlilan tujuh hari Sabtu (28/1) malam nanti."Nunggu nujuh hari dulu, mungkin Senin kami berangkat," katanya.

BACA JUGA: Tug Boat Tenggelam Dihantam Ombak, Seluruh ABK Selamat

Paska kematian anaknya, Adi terus berkomunikasi dengan orangtua korban meninggal asal Sleman. Mereka saling memberi dukungan dan mengucapkan duka.

"Mereka keluarga Assyam berencana menempuh langkah hukum.Jika mereka ingin langkah hukum, saya hanya mendukung saja, dan menuntut pengungkapan kasus hingga tuntas, termasuk bagi mereka tersangka dan pihak kampus sendiri," tuturnya.

BACA JUGA: Asyam Korban Diksar, Pernah Diundang Presiden Jokowi

Menurutnya ini penting, agar hal serupa tidak terjadi lagi dan menimpa mahasiswa UII dan kampus lainnya."Sudah lah, jangan ada lagi yang seperti ini," harapnya.

Ia berharap beberapa barang-barang anaknya bisa kembali termasuk yang dibawanya saat mengikuti kegiatan TGC) tersebut.

"Saya masih nunggu telepon genggamnya Fadli, sekalian sama barang-barangnya," kata perempuan 42 tahun ini.

Adi Suryanto menuturkan, tiga hari sebelum meninggal, Fadli terus menerus menghubunginya. "Biasanya jarang, pasti ibunya yang hubungi. Nah, tiga hari sebelum kejadian, dia terus telepon, dan bilang dia jadi ikut TGC, bapak sama ibu jangan mikir macem-macem," kata Adi sambil menirukan perkataan Fadli.

Anak pertama dari tiga bersaudara itu juga terus meyakinkan dirinya, bahwa kegiatan ini akan berjalan dengan lancar.

"Jadi saya diminta jangan khawatir," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Dia menceritakan, tidak ada firasat yang ketara yang dirasakan, sebelum kepergian pria kelahihan 23 Agustus 1997 tersebut.

Lulusan SMKN 1 Batam ini juga berencana pulang pertengahan Februari ini. "Karena libur, makanya dia mau pulang, tapi mau nyelesain tugas kampus dulu," cerita ibunda Fadli, Ngazlinar. (cr17)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korban Diksar Mapala UII Alami Luka Lecet Sekujur Tubuh


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler