Osnardi: Kalau tidak Dibantu Guru Honorer, Kami Kekurangan Tenaga Pendidik

Kamis, 13 Oktober 2022 – 20:02 WIB
Ilustrasi guru honorer sedang mengajar. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Osnardi menyatakan bahwa tenaga guru honorer masih sangat dibutuhkan.

Menurutnya, tenaga guru honorer sangat dibutuhkan untuk mendukung dunia pendidikan di Kepri, selain keberadaan guru pegawai negeri sipil (PNS).

BACA JUGA: 1.969 Formasi PPPK untuk Pemkab Gunung Mas, Semoga Mengakomodasi Seluruh Honorer

"Kalau tidak dibantu guru honor, tentu kita akan kekurangan tenaga pendidik," kata Osnardi di Tanjungpinang, Kepri, Kamis (13/10).

Dia menyebut bahwa jumlah guru honor di daerah berjuluk Bumi Segantang Lada tersebut sebanding dengan guru PNS.

BACA JUGA: Seleksi PPPK 2022: Pemda Harus segera Observasi Guru Honorer Belum PG, Siapkan Anggaran Gaji

Berdasar data, jumlah guru di Kepri ada sebanyak 5.639 orang. 

Perinciannya, guru honorer 2.425 orang, dan guru PNS 2.944. 

BACA JUGA: Seleksi PPPK 2022: Tenaga Honorer Diminta Mempersiapkan Diri

"Dengan angka itu, maka guru honor sangat dibutuhkan," tegasnya. 

Menurut dia, isu yang berkembang saat ini bahwa pemerintah pusat bakal mengangkat 1 juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.  

Dia menyebut sejauh ini total guru yang sudah diangkat menjadi PPPK di Kepri sebanyak 645 orang.

Pada tahap pertama diangkat sebanyak 381 orang. Tahap kedua diangkat sebanyak 264 orang.

Dalam tahun ini, ujar dia, Kepri kembali mendapat jatah guru PPPK sebanyak 416 orang. 

“Total tahap pertama sampai ketiga sudah mencapai 1.061 orang,” katanya. 

Menurut dia, dengan adanya program guru PPPK, maka kesejahteraan guru menjadi lebih terjamin karena gajinya disesuai dengan guru PNS. 

"Juga dapat tanggungan biaya BPJS Kesehatan dan (BPSJ) Ketenagakerjaan," ungkapnya.

Osnardi menyampaikan saat ini gaji guru honor strata satu (S1) yang dianggarkan melalui APBD Pemprov Kepri sebesar Rp 2,4 juta. 

Meski besarannya masih di bawah upah minimum provinsi (UMP), namun diklaim lebih tinggi di banding sejumlah provinsi lain di Indonesia.

"Di beberapa provinsi lain, ada gaji guru honor masih di bawah Rp 1 juta," pungkas Osnardi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler