Keren! P3E Bali Nusra, Kantor yang Terapkan Eco Office

Sabtu, 08 Desember 2018 – 04:10 WIB
Kantor P3E Bali Nusra yang ditanami berbagai jenis tanaman di halamannya. Foto: Natalia Laurens/JPNN

jpnn.com, DENPASAR - Pemerintah saat ini sedang gencar menjalankan berbagai program yang ramah lingkungan untuk menjaga alam keberlanjutan. Hal ini pun ditunjukkan secara nyata oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali-Nusa Tenggara di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P3E Bali Nusra).

P3E Bali Nusra ini telah bertahun-tahun menjalankan program Eco Office atau Kantor Peduli Lingkungan, yaitu kantor yang menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup dalam aktivitas di dalamnya.

BACA JUGA: COP24, Indonesia Dorong Pedoman Transparansi Pelaksanaan NDC

Bagaimana caranya menjalan Eco Office ini? Kepala P3E Rijaluzzaman sebagai pemerkasa Eco Office mengatakan, kantornya melakukan ini dengan berpedoman pada JICA. Di antaranya efisiensi listrik, efisiensi air bersih, peningkatan luas area hijau baik di indoor maupun outdoor.

BACA JUGA: PROPER, Penggerak Pencapaian Tujuan Pembangunan

Kepala P3E Rijaluzzaman

Kemudian pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah organik dan anorganik. Penghematan kertas, pembuatan lubang resapan biopori dan penggunaan Vi-Gas pada kendaraan dinas.

BACA JUGA: Pengendalian Perubahan Indonesia Dipaparkan di COP24

Terakhir penyediaan TPS B3 dan limbah B3. "Ini sudah kami lakukan bertahun-tahun untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, juga meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya air, bahan bakar dan listrik. Kita meminta masyarakat menjalankan eco office dan ramah lingkungan, maka kita harus memulainya lebih dulu dan menunjukan contohnya," kata Rijaluzzaman yang akrab disapa Rijal itu pada JPNN.

Usaha Rijal untuk mengajak jajarannya melakukan aktivitas Eco Office tidak sia-sia berbagai hal kecil dengan dampak besar itu perlahan diterapkan di kantornya hingga menjadi kebiasaan rutin di keseharian. 

Untuk efisiensi listrik kantor P3E mengganti lampu dengan watt kecil di ruangan yang jarang digunakan.

Kemudian membiasakan mematikan barang elektronik di kantor saat tidak digunakan dan mengganti penggunaan AC dengan kipas angin.

"Dari efisiensi listrik ini, kami menghemat pembayaran listrik sebesar Rp 4 juta," ujar Rijal.

Sementara itu untuk penghematan air, kantor P3E menggunakan instalasi pengolahan air limbah atau yang biasa disebut IPAL. Melalui IPAL ini dibuat struktur yang dirancang membuang limbah biologis dan kimiawi dari air yang sudah digunakan sehingga memungkin air tersebut untuk digunakan pada aktivitas lain.

"Jadi air yang kami gunakan untuk cuci tangan, wudhu, cuci piring itu mengalir ke mesin Ipal dan di situ diolah lagi dan dialirkan lagi untuk bisa dipakai kembali. Kami sudah cek kadar kelayakan air setelah melewati proses di Ipal dan aman untuk air itu digunakan lagi. Tapi bukan untuk air minum," jelas Rijal.

Selanjutnya, pengurangan penggunaan plastik dan tisu. Semua pegawai di P3E harus membawa tumbler alias botol minum sendiri dari rumah alih-alih botol plastik kemasan pakai.

Setiap acara yang diselenggarakan P3E selalu menyuguhkan minuman dengan gelas yang bisa diisi ulang melalui penyediaan galon untuk mengisi kembali minuman.

Tak hanya itu, untuk makanan pun menggunakan daun pisang dan piring rotan yang memang efektif dan efisien dalam penggunaannya.

"Kami tidak menyediakan tisu saat penyelenggaraan acara sehingga kami menyediakan handuk kecil basah. Semua orang yang mau menggunakan gedung kami untuk acara juga harus setuju dengan aturan ini. Jika tidak, tidak kami izinkan pemakaian ruangan. Jadi kami kalau acara ya gelas-gelas ini kami bawa. Bisa 400 gelas. Merepotkan memang tapi kita memang harus memulainya," tegas pria asal Sumatera Barat ini.

Selanjutnya pemilahan sampah dengan menyediakan tempat sampah tiga jenis. Yaitu tempat sampah organik, kertas dan plastik yang dipisahkan. Kantor ini juga menanam berbagai jenis pohon di halaman serta menempatkan banyak tanaman di setiap lorong ruang kerja.

Dari segi penghematan kertas, jajaran di P3E membiasakan untuk e-konsep nota dinas atau surat. Jadi menggunakan email.

"e-konsep nota dinas ini dibuat surat atau konsep nota dinas dikirim dan dikoreksi dengan memanfaatkan email," lanjut Rijal.

Kantor P3E juga memanfaatkan mobil berbahan bakar gas tiga unit untuk operasional. Lima mobil yang sama juga diberikan pada jajaran KLHK pusat.

"Kami juga memberikannya pada gubernur dan pejabat di daerah agar bisa memanfaatkan mobil bahan bakar gas ini," kata dia.

Berkat usaha ini, P3E terpilih menjadi nomor satu contoh Kantor Peduli Lingkungan se-Indonesia di antara jajaran pemerintahan.

Di Bali, berbagai satuan pemda dan provinsi juga menjadikan P3E rujukan untuk menjalankan Eco Office. Semua yang dijalankan membuat kantor P3E yang dikunjungi JPNN benar-benar terlihat bersih, nyaman, terawat dan segar serta menyehatkan.

"Kami diminta sejumlah institusi dan jajaran pemerintah untuk memberikan petunjuk arahan menjalan Eco Office sehingga mereka juga bisa jalankan juga," kata Rijal.

Rijal mengatakan tidak ada sanksi khusus bagi para pegawainya jika melanggar aturan kantor untuk Eco Office. Para pegawainya secara sadar menjalankan itu.

"Tergantung kesadaran diri. Kan kita malu juga kalau yang lain berbuat tapi kita tidak. Jadi memang selalu diingatkan terus," pungkas Rijal. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jaga Kesejahteraan Satwa, KLHK Translokasikan 11 Buaya Muara


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler