Pabrik Narkoba di Bandung Memproduksi Pil Mengandung Carisoprodol, Apa Itu?

Selasa, 25 Februari 2020 – 10:49 WIB
Jutaan pil narkotika diamankan BNN dari rumah yang dijadikan pabrik di Bandung. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

jpnn.com, BANDUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan rumah yang dijadikan sebagai pabrik narkoba di Kompleks Cisaranten Indah, RT 3/RW 4 Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung memproduksi pil yang mengandung zat Carisoprodol.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pil yang diproduksi tersebut merupakan penyalahgunaan, karena kandungan Carisoprodol yang dimaksud mengandung narkotika dan psikotropika.

BACA JUGA: 4 Rumah di Bandung Dijadikan Pabrik Narkotika, BNN Temukan 2 Juta Pil PCC

"Ini kan penyalahgunaan, sebagian dari bahan-bahan narkotika itu ada yang untuk obat farmasi maupun industri, tapi ini disalahgunakan, disimpangkan, jadi ini termasuk narkotika pada umumnya," kata Arman di lokasi, Senin (25/2).

BNN telah menghitung ada lebih dari tiga juta pil yang didapat sebagai barang bukti. Menurut Arman, tiga juta pil adalah yang sudah siap edar. Namun ada juga pil yang belum masuk ke dalam paket yang siap edar.

BACA JUGA: Bu RT Kaget Empat Rumah Dijadikan Pabrik Pil PCC

"Tetapi ada yang tidak di dalam paket, kami temukan cukup banyak, termasuk sisa-sisa dan yang gagal cetak. Kemungkinan totalnya ada empat juta butir," kata Arman.

Menurutnya, ada tiga tipe bahan utama yang digunakan untuk membuat jutaan pil tersebut. Yaitu adalah obat-obatan keras yang termasuk dalam Golongan G, kandungan psikotropika, dan kandungan narkotika Golongan 1.

BACA JUGA: Rumah Subsidi yang Diresmikan Jokowi Kebanjiran, Kali Ini Terparah

"Namun masing-masing jumlahnya dari golongan itu masih perlu kami hitung," kata dia.

Selain itu, kata dia, masih banyak bahan baku yang belum dibuat menjadi pil. Ia menduga, apabila bahan baku tersebut dibuat menjadi pil, bisa menghasilkan mencapai 10 juta pil.

"Masih banyak di dalam (rumah) bahan bakunya, mungkin bisa sampai 10 juta pil itu," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler