Pacitan Bakal Genjot Homestay agar Wisatawan Kerasan

Rabu, 04 Oktober 2017 – 11:06 WIB
Pantai Klayar di Pacitan. Foto: JPG

jpnn.com, PACITAN - Banyak objek wisata yang dimiliki Pacitan sebagai kabupaten paling barat di sisi elatan Provinsi Jawa Timur. Namun, potensi wisata itu belum sepenuhnya tergarap secara baik karena akomodasi tidak tergarap secara layak. 

Untuk itulah Disbudparpora Kabupaten Pacitan mulai serius menggarap kawasan potensial wisata itu. Mulai tahun depan, Pacitan bakal menyeriusi cross-border tourism. Yakni kawasan wisata yang berada di sepanjang pantai selatan Pacitan. 

BACA JUGA: Kemenpar Siapkan 3 Skenario Penanganan Bencana Gunung Agung

Di antaranya Pantai Pidakan (Desa Jetak, Kecamatan Tulakan), Pantai Soge (Desa Sidomulyo, Kecamatan Nagdirojo) dan Pantai Banyu Tibo (Desa Widoro, Kecamatan Donorojo). ‘’Selain itu kami akan meningkatkan sejumlah desa yang selama ini sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun regional, untuk menjadi desa wisata,’’ kata Kadisbudparpora Pemkab Pacitan Endang Sujasri.

Untuk menjadikan sebuah desa menjadi desa wisata, kata Endang, perlu kerja sama antara dinas terkait. Sebab, desa wisata juga menyangkut tentang amenitas, atraksi, akomodasi dan infrastruktur. 

BACA JUGA: Parade Gethek Emas dan Grebeg Clorot Hebohkan Bogowonto 2017

‘’Untuk amenitas ini, bila tidak ada hotel, kami mengupayakan desa wisata itu memiliki homestay. Sehingga para wisatawan dari luar daerah Pacitan, bisa menginap di lokasi wisata,’’ katanya. 

Endang juga memahami, agar para wisatawan kerasan maka perlu akomodasi untuk menginap di lokasi wisata. Dia mengharapkan investor masuk untuk membangun hotel ataupun motel.

BACA JUGA: Gelar ITJ, STP NHI Berkomitmen Cetak SDM Pariwisata Andal

Karena itu, pihaknya juga perlu menggandeng para investor dalam hal ini melalui dinas terkait.  "Tapi yang paling efektif itu ya homestay. Rumah warga bisa menjadi fasilitas menginap untuk para wisatawan. Untuk itulah, kami bakal fokus untuk pembangunan homestay di kawasan wisata potensial,’’ jelasnya. 

Sejumlah daerah wisata pantai seperti Banyu Tibo, fasilitasnya masih terbatas. Akomodasi untuk kuliner masih terbatas adanya warung.

Namun, untuk penginapan belum ada. Fasilitas jalan juga sudah cukup baik, meski masih sempit. Kawasan pantainyapun sudah cukup tertata dengan baik. 

Sementara Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, pihaknya mendukung pengembangan homestay desa wisata di Pacitan. Sebab, Pacitan sudah menjadi salah satu top destination dan memiliki banyak objek wisata. 

‘’Pengembangan sarana prasarana dalam rangka menunjang aksesbilitas dan amenias sebuah desa wisata harus mendapat prioritas dengan melibatkan perangkat desa,’’ jelas Wisnu. 

Meski begitu, dia menjelaskan aksesbilitas dan amenitas ke desa wisata menjadi penting dalam memperkuat unsur 3 A (atraksi, aksesbilitas dan amenitas). Menurutnya, dengan fasilitas yang baik akan mampu menjadi daya saing bagi desa-desa di Pacitan dalam menarik kunjungan wisatawan lebih banyak lagi. 

Tahun ini kunjungan wisatawan ke Pacitan ditarget sebanyak 1,7 juta orang. Tapi, baru terealisasi sekitar 1,3 juta. ‘’Jadi, masyarakat perlu dilatih peningkatan kapasitas usahanya di setiap destinasi wisata khususnya pada bidang pengelolaan homestay,’’ terangnya.

Menpar Arief Yahya memang menerapkan pola homestay desa wisata untuk memperbanyak daya tampung amenitas, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata. “Homestay Desa Wisata terus didukung untuk maju,” ungkap Menpar Arief Yahya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alutsista TNI Semarakkan Parade Garut Intan Carnival 2017


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler