Pajak Rumah Mewah Kian Longgar

Sabtu, 22 Juni 2019 – 08:38 WIB
Ilustrasi perumahan. Foto: Novita/Indopos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menghapus pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk rumah di bawah harga Rp 30 miliar.

Sebelumnya, PPnBM dikenakan untuk properti mulai harga Rp 10 miliar dengan tarif 20 persen.

BACA JUGA: Penjualan Rumah Mewah Turun 70 Persen

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 86/2019 tentang Perubahan atas PMK No 35/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

BACA JUGA: Pengusaha Pertamini Terancam Denda Rp 60 Miliar

BACA JUGA: Strategi Intiland Grande Genjot Penjualan Properti

Objek pajak yang dibebaskan dari PPnBM itu mencakup rumah, apartemen, kondominium, dan lain-lain.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, pelonggaran pajak tersebut bagus untuk mendorong sektor properti.

BACA JUGA: Infrastruktur Makin Oke, Ciputra Group Garap 3 Proyek Baru

Sebelumnya, pasar properti untuk konsumen menengah ke atas kurang bergairah dibanding segmen lainnya.

Pasalnya, konsumen menghindari pembelian rumah yang harganya di atas Rp 10 miliar.

“Masih banyak orang takut ada profiling dari kantor pajak. Mereka tidak mau datanya dicatat negara kalau bayar PPnBM sehingga mereka beli rumah yang harganya di bawah Rp 10 miliar,” ujarnya, Rabu (19/6).

Pras menambahkan, pengembang juga bakal diuntungkan dengan adanya pelonggaran pajak tersebut.

Sebab, pembelian rumah baru di atas Rp 10 miliar selama ini dikenai PPnBM, sedangkan pembelian rumah bekas tidak.

Akibatnya, konsumen lebih tertarik membeli rumah di pasar sekunder ketimbang di pasar primer.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, pelonggaran pajak akan membantu mendorong pertumbuhan.

Hal tersebut perlu dilakukan di tengah perang dagang yang semakin memanas.

Sebab, masing-masing negara mengalami tantangan yang harus bisa diatasi akibat adanya masalah itu.

“Nah, properti itu mempunyai multiplier effect yang besar terhadap perekonomian,” ucapnya. (rin/ell/c25/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dongkrak Penjualan, Pengembang Properti Agresif Buat Terobosan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler