Pak Doni Bilang Kematian Akibat Covid-19 di Daerah Ini Masih Tinggi, Waspada

Selasa, 10 November 2020 – 14:18 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, PALU - Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan persentase kematian akibat COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih cukup tinggi.

"Berdasarkan kajian epidemiologi, angka kematian akibat COVID-19 di Sulteng relatif tinggi yaitu 42 orang dari jumlah terkonfirmasi positif yaitu 1.047 orang. Artinya persentase kematian akibat COVID-19 di Sulteng 4,2 persen per 1.000 orang," katanya dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Selasa (10/11).

BACA JUGA: Tak Terlihat Gejala Sakit, Puluhan Guru Dinyatakan Positif Covid-19, Kok Bisa?

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyatakan, angka kematian di Sulteng  4,2 persen per 1.000 orang itu masih lebih tinggi jika dibandingkan persentase rata-rata kematian akibat COVID-19 secara nasional yakni sekitar 3,4 persen.

Sehingga ia meminta seluruh pihak di Sulteng berjibaku untuk menurunkan angka kematian tersebut. Oleh sebab itu mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan penularan COVID-19 saat ini menjadi kunci utama.

BACA JUGA: Pasangan Sejoli Begituan di Kuburan, Sudah Berkali-kali, Simak Alasannya

"Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulteng dan masyarakat agar tidak lengah dan selalu waspada. Jangan kendor," katanya.

Ia menyatakan saat ini langkah terpenting yang mesti dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulteng untuk menurunkan persentase kematian akibat COVID-19, yaitu menggencarkan sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

BACA JUGA: Aparat Membuntuti Truk Berwarna Kuning, Digeledah di Tol Cikampek, Gempar

"Mohon Pemprov Sulteng hendaknya menggandeng tokoh-tokoh informal yang ada di Sulteng dalam mengajak dan messosialisasikan protokol COVID- 19 yakni 3M agar dipatuhi oleh masyarakat," katanya.

Juru bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming menyatakan hingga Senin (9/11) malam COVID-19 telah menginfeksi 1.047 orang. Dari 1.047 orang itu, 769 orang dinyatakan telah sembuh dan 42 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Sementara itu 236 orang masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat. Sementara itu 127 sampel usap COVID-19 dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," katanya. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler