Pak Ganjar Ajak Masyarakat Minum Jamu untuk Kesehatan

Jumat, 18 Juni 2021 – 21:42 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo meluncurkan gerakan “Minum Jamu Bersama” . Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama gabungan pengusaha jamu Jawa Tengah meluncurkan gerakan “Minum Jamu Bersama” di halaman kantor Pemprov Jateng, Jumat (18/6).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong agar seluruh warganya menjaga tubuh dengan meminum jamu.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Peringatan dari Habib Rizieq, Novel Baswedan cs Meradang, Kalau Mundur Repot Lagi

“Gerakan minum jamu ini rasa-rasanya memang mesti gaspol lagi,” ucap Ganjar di hadapan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jateng yang mengikuti secara daring.

Tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 juga didorong gubernur minum jamu untuk meningkatkan stamina dan imunitas.

BACA JUGA: Penjual Jamu Keliling Bisa Mendapat Rp40 Juta Hasil Menyambi, Alamak!

“Itu (jamu) kalau diberikan kepada kawan-kawan yang di tenaga kesehatan, di rumah sakit, yang tiap hari di lingkungan masyarakat, itu pasti akan sangat bermanfaat,” katanya.

Selain industri jamu yang akan berkembang, lanjut Ganjar, masyarakat juga harus diedukasi akan khasiat jamu untuk kesehatan.

BACA JUGA: Menko PMK: Obat Tradisional dan Jamu Harus Jadi Arus Utama di Indonesia

“Mereka-mereka yang mengerti tentang jamu dan manfaatnya bisa membantu menjelaskan, edukasi kepada masyarakat bahwa minum jamu akan sehat. Terus kemudian kita semua juga akan mengonsumsi produk dalam negeri. Jamune payu, awake dewe sehat (jamunya laku, badan juga sehat),” ujarnya.

Ganjar juga menceritakan bahwa ada beberapa teman di Eropa yang menghubunginya dan bertanya soal rempah-rempah.

“Kekayaan alam yang diberikan kepada kita, banyaknya empon-empon, banyaknya raw material (bahan mentah) untuk jamu ini rasa-rasanya mesti kita teliti sendiri untuk bisa kita pakai ya, sehingga kita bisa menanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Kesra, Imam Maskur mengatakan gerakan minum jamu ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mendorong masyarakat untuk selalu hidup sehat.

“Gerakan ini nanti dilakukan dua kali dalam sebulan di kalangan ASN setiap hari jumat dan menjadikan jamu sebagai hidangan alternatif untuk memberdayakan UMKM jamu,” ujarnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler