Pak Ganjar Usul Tidak Ada Libur Panjang saat Imlek 2021

Senin, 01 Februari 2021 – 23:11 WIB
Warga membersihkan tempat berdoa jelang perayaan Imlek di Wihara Dharma Bhakti atau Kim Tek Le di kompleks pecinan Petak Sembilan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1). Ilustrasi Foto : Natalia

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pada pemerintah pusat agar tidak ada libur panjang saat perayaan Imlek 2572 atau 2021 pada 12 Februari mendatang.

Hal itu menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di Indonesia setelah adanya libur panjang pada Desember dan Januari lalu.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Minta Polisi Penembak Laskar FPI Diadili, Pesan Rizieq, Jenderal Listyo Sigit Memohon kepada Sekuriti

"Nggak usah (ada libur panjang), kami sudah usulkan ke pemerintah pusat. Kayaknya enggak perlu ada libur panjang," kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (1/2/2021).

Ganjar juga meminta tidak ada perayaan-perayaan saat merayakan Imlek tersebut. Perayaan seperti pertunjukan Barongsai, pesta kembang api atau perayaan yang menimbulkan keramaian.

BACA JUGA: Tiongkok Tutup Masjid dan Gereja Gegara COVID-19, Bagaimana dengan Perayaan Imlek?

"Kalau ibadah boleh, kan ibadah bisa virtual," tegasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh Tionghoa Jawa Tengah, Harjanto Halim saat dikonfirmasi mengatakan tidak keberatan dengan keputusan pemerintah itu.

BACA JUGA: Survei: 85 Persen Warga Tiongkok Patuhi Imbauan Pemerintah soal Bepergian Saat Libur Imlek

Menurutnya, hal itu adalah yang terbaik untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kami menghormati keputusan pemerintah itu, kami menerima karena kami juga tidak ingin perayaan Imlek justru akan menimbulkan klaster baru," katanya.

Pihaknya juga mengatakan, sudah ada edaran terkait larangan keramaian saat perayaan Imlek tahun ini. Semua perayaan yang menimbulkan keramaian akan dihilangkan dari pelaksanaan.

"Kami meminta umat untuk di rumah saja, merayakan Imlek bersama keluarga inti. Keluarga jauh juga kami minta tidak berkunjung ke keluarga lainnya. Berbagai perayaan yang biasanya ada, juga akan kami tiadakan tahun ini. Kami minta masyarakat mendukung, kalau kangen dengan keluarga, bisa melalui video call," tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat sedang mengkaji tentang rencana libur panjang saat perayaan Imlek tahun ini. Sebab berkaca dari kasus libur panjang sebelumnya, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 cukup besar setelah pelaksanaan libur panjang di Indonesia. (flo/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler