Tiongkok Tutup Masjid dan Gereja Gegara COVID-19, Bagaimana dengan Perayaan Imlek?

Senin, 11 Januari 2021 – 05:55 WIB
Masjid Nanxiapo, Beijing ditutup sementara demi menghindari meluasnya virus corona. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie

jpnn.com, BEIJING - Pemerintah Kota Beijing secara resmi menutup sementara 155 unit tempat ibadah mulai Jumat (8/1) dan melarang perayaan Imlek berskala besar untuk menghindari munculnya gelombang baru pandemi COVID-19.

Komisi Urusan Etnik dan Agama Pemkot Beijing mengatakan bahwa sejauh ini belum ditemukan kasus positif COVID-19 di tempat-tempat ibadah.

BACA JUGA: Kemenag Desak Tiongkok Klarifikasi Penghancuran Ribuan Masjid di Xinjiang

Pemerintah Ibu Kota Tiongkok itu juga memastikan tidak satu pun dari 840 staf pengurus agama yang terpapar COVID-19.

Pemerintah kota akan melakukan investigasi secara khusus aktivitas ilegal beberapa kelompok agama di wilayah pinggiran untuk menghindari merebaknya wabah COVID-19 menyusul ditemukannya kasus sporadis di Provinsi Hebei yang bertetangga dengan Beijing.

BACA JUGA: Tiongkok Diserang Fitnah soal Pembongkaran Masjid Muslim Uighur

Otoritas setempat juga mengumumkan larangan perayaan berskala besar Tahun Baru Imlek yang berlaku mulai bulan ini guna menghindari merebaknya wabah baru, khususnya di wilayah pinggiran yang berbatasan dengan Hebei.

Warga juga dianjurkan tidak menggelar pesta pernikahan, upacara pemakaman, dan aktivitas lain yang mengundang banyak orang.

BACA JUGA: Tiongkok Tutup Masjid-Masjid di Beijing, Tidak Ada Salat Jumat

Distrik Shunyi, Kamis (7/1), kembali mendapati satu kasus positif sejak diterapkan pembatasan aktivitas masyarakat pada 26 Desember 2020 setelah ditemukan dua kasus baru.

Di Beijing terdapat delapan area yang masuk kategori risiko menengah, termasuk tujuh desa di Distrik Shunyi.

Anjuran tersebut dikeluarkan menyusul klaster baru di Beijing yang dekat dengan wilayah Provinsi Hebei.

Sebanyak 127 kasus positif dan 183 kasus tanpa gejala ditemukan di Hebei sejak Sabtu (2/1). Beberapa pasien tersebut ditemukan di Shijiazhuang, Ibu Kota Provinsi Hebei, yang mengunjungi pasar, upacara pernikahan, perayaan kelahiran, dan aktivitas massal lainnya. Bahkan ada seorang yang positif setelah menghadiri tiga pesta undangan perkawinan sejak 30 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021.

Beberapa kasus positif lainnya terdapat para orang tua berusia lanjut yang menghadiri beberapa kegiatan keagamaan di pinggiran Kota Shijiazhuang sebelum didiagnosis positif.

"Beberapa warga desa yang positif sebelumnya melakukan kegiatan keagamaan setiap Rabu, Jumat, dan Minggu di desanya. Kegiatan itu diikuti puluhan orang yang semuanya para lansia," kata Kepala Desa Xiaoguozhuang, Shijiazhuang, dikutip media lokal.

Gereja Katolik di Shijiazhuang telah ditutup dan kegiatan peribadatan serta pendidikan juga telah ditiadakan untuk sementara waktu.

Beberapa masjid di Kota Beijing juga telah ditutup untuk umum sejak Jumat (1/1). (ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler