Pak Gatot Tegaskan Komitmen Kemenpora Dukung Kemajuan e-Sport

Minggu, 13 Oktober 2019 – 23:28 WIB
Kick Off Piala Presiden E-Sport 2020 di Tennis Indoor Stadium, Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/10) siang. Foto: Kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto menaruh harapan besar pada kemajuan e-sport di tanah air. Menurutnya, e-Sport yang terus berkembang menjadi cabang olahraga baru harus didukung untuk melambungkan nama Indonesia di kancah dunia.

Gatot menyampaikan hal itu saat bersama Menkominfo Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Kepala KSP Moeldoko menghadiri Kick Off Piala Presiden E-Sport 2020 di Tennis Indoor Stadium, Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/10) siang. Pejabat eselon I Kemenpora itu menjelaskan, ada tiga kriteria tentang e-Sport sebagai olahraga yang makin digandrungi masyarakat khususnya kawula muda.

BACA JUGA: Ranking Pendapatan dari e-Sport: Indonesia Jauh di Bawah Malaysia

Pertama, ada kompetisi yang rutin bahkan sudah mulai berjenjang secara internasional. Kedua, para player atau atlet s-Sport harus memiliki stamina fisik dan pikir yang prima. Ketiga, e-Sport sudah universal ada di seluruh belahan dunia.

"Perlu terus disosialisasikan dan dipahamkan bahwa e-Sport adalah olahraga, karena memenuhi syarat sebagaimana sport yang lain, ada kompetisi, ada kompetensi fisik prima, dan sudah universal,” ujar Gatot.

BACA JUGA: Blusukan Jokowi Milenial Dorong Prestasi e-Sport Indonesia

Hanya saja, katanya, e-Sport memang belum masuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Sebab ketika UU SKN disusun, e-Sport memang belum berkembang.

Namun, tutur Gatot, Kemenpora telah menyiapkan antisipasinya. “Sudah disiapkan Permenpora (Peraturan Menpora, red) yang hampir rampung. Sebelum SEA Games (di Filipina pada 30 November hingga 11 Desember 2019, red) siapa pun Menporanya (Permenpora) sudah dapat ditandatangani sebagai payung hukum e-sport," katanya.

Gatot menambahkan, Kemenpora terus mendukung atlet-atlet berprestasi di ajang singel maupun multievent seperti di SEA Games Manila 2019, Asian Games Hangzhou 2022, dan puncaknya pada rencana besar Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Target jangka pendeknya adalah meraih tiga medali emas pada SEA Games Manila.

"Setelah sukses atlet e-sport Indonesia di Asian Games 2018 meski masih ekshibisi, pada SEA Games Manila dari enam nomor yang dipertandingkan kita targetkan dapat tiga emas. Jika ada yang bertanya tentang bonus walaupun cabor baru nanti (e-Sport) sama dengan yang lain," tegas Gatot.

Dengan makin banyaknya panggung untukpara atlet e-Sport tanpil, Gatot mengharapkan prestasi Indonesia kian moncer. Karena itu pemerintah terus mendorong e-Sport agar bisa dipertandingkan pada Asian Games Hangzhou 2022 dan menjadi sumber medali bagi Indonesia.

“Ditambah harapan besar bila nanti Indonesia benar-benar berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade, e-Sport setidaknya dapat dipertandingkan dalam ajang ekshibisi,” kata Gatot yang didampingi Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Alman Hudri.(eno/jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler