Panas di Bench Azzurri

Sabtu, 26 Juni 2010 – 16:25 WIB
KECEWA - Tampak pemain Italia Andrea Pirlo meninggalkan lapangan setelah kekalahan dari Slovakia. Foto: Dani Nur Subagyo/Jawa Pos.

JOHANNESBURG - Italia harus menanggung malu besar di Piala Dunia 2010Datang dengan status juara bertahan, Azzurri - sebutan Italia - sudah tersisih di fase grup, dengan posisi sebagai juru kunci pula

BACA JUGA: Ludes, Tiket 16 Besar Hingga Final

Kegagalan Italia ditandai dengan kekalahan 2-3 dari Slovakia di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Kamis lalu (24/6).

Tak pelak, 53.412 penonton di Ellis Park, yang mayoritas pendukung Italia, harus pulang dari stadion dengan kekecewaan
Wajah-wajah lesu tergambar dari tifosi (pendukung) Italia

BACA JUGA: Si Dino Kehabisan Bekal

Salah satunya Natalia Verrucchia
Gadis 24 tahun itu datang langsung dari Verona bersama keluarga dan teman-temannya.

"Azzurri benar-benar memalukan

BACA JUGA: Warga Afsel Lebih Suka Dukung AS

Azzurri merusak liburan saya di Afrika Selatan," tutur Verrucchia kepada Jawa Pos seusai pertandingan"Saya tidak tahu harus berkata apaYang pasti, permainan mereka payah," sambung gadis berambut hitam panjang itu.

Gullio Guillano tak kalah sewotPemuda 27 tahun bertinggi 188 cm itu menyebut pertahanan Italia sangat rapuh ketika menghadapi SlovakiaSektor di bawah mistar khususnyaAbsennya Gianluigi Buffon dianggap Guillano gagal ditutup dengan baik oleh kiper kedua Federico Marchetti.

"Dia tidak nyambung dengan (Fabio) Cannavaro dan (Giorgio) Chiellini (keduanya adalah bek tengah Italia, Red)Apa perlu saya yang menjadi kiper Italia," omelnya.

Guillano yang bekerja sebagai pegawai marketing perusahaan iklan di Roma itu tak ketinggalan mengritik kepemimpinan wasit Howard Webb asal InggrisTerutama saat menganulir gol Fabio Quagliarella pada menit ke-84Ya, gol Quagliarella itu tidak disahkan Webb karena menganggap striker Napoli itu sudah terperangkap offside lebih dulu mengacu bendera yang diangkat asisten wasit satu Darren Cann (Inggris)"Italia tidak bermain istimewa dan wasit juga tidak bagus," ujar Guillano sembari mengangkat kedua tangannya.

Dianulirnya gol Quagliarella pada menit ke-84 juga membuat para pemain di bench Italia meradangDomenico Criscito misalnyaBek kiri yang bermain di babak pertama atau sebelum digantikan Christian Maggio itu menendang botol plastik di depannya ke arah asisten wasit satuDi saat bersamaan, seorang pemain Slovakia dengan iseng joging di depan bench Italia.

Tapi, ketika Quagliarella berhasil memperkecil kedudukan 2-3 di menit kedua injury time (menit ke-92), bench Azzurri makin panasGelandang Italia Angelo Palombo sempat membentak seorang ball boy karena terlalu lama memberikan bola kepada Chiellini yang bersiap melakukan lemparan ke dalamEmosi Palombo langsung diredam ofisial keempat Stephane Lennoy dari Prancis.

Di sudut bench, pelatih Italia Marcello Lippi terlihat resah dengan sesekali melihat jam di tangannyaLippi sekaligus orang pertama di bench Italia yang ngacir ke ruang ganti begitu wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandinganDisusul gelandang veteran Italia Andrea Pirlo yang baru dimainkan di pertengahan babak kedua.

Di sisi lain, tifosi Italia di Ellis Park Kamis lalu juga banyak datang dari luar ItaliaSatu di antaranya Takanori KatoPria berusia 61 tahun itu merupakan tifosi Italia dari JepangKato datang bersama istrinya"Saya mendukung Italia karena kebetulan hari ini (Kamis lalu, 24/6, Red) saya ada urusan bisnis di Johannesburg dan saya dan istri memiliki tiket pertandingannyaDi sisi lain, Jepang hari ini bermain di Rustenburg dan saya tidak punya waktu ke sana," urai Kato yang mengenakan kostum Italia lengkap dengan bendera kecil juara dunia tiga kali itu.

Tifosi "asing" Italia lainnya adalah Dean Wellington, 34, dari San Marino"Saya suka dengan Italia sejak era Roberto Baggio di Piala Dunia 1994Saya juga menonton Italia kala memenangi Piala Dunia 2006 di JermanTapi, saya sangat kecewa dengan permainan mereka di AfselKurang bergairah dan lembek," tutur Wellington yang memiliki supermarket di Australia itu.

"Kalaupun ada yang membuat saya senang dengan kegagalan Italia, saya bisa cepat pulang dan kembali bekerja," tambah pria yang bekerja di perusahaan interior bangunan itu(dns)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Parkir, Bus Gratis, Jalan Kaki pun Dekat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler