Pandemi Bikin GoPay Makin Dominan di Layanan Transaksi Digital  

Senin, 01 Februari 2021 – 16:26 WIB
Logo e-walet GoPay. Foto: GoJek

jpnn.com, JAKARTA - Pandemi berkepanjangan membuat transaksi digital makin meningkat. Sejumlah perusahaan di jasa keuangan digital juga tumbuh positif sepanjang 2020.

Dalam survei Sharing Vision pada Desember 2020, GoPay dinyatakan sebagai layanan uang digital yang paling banyak digunakan di Indonesia.

BACA JUGA: Gibran Tunjuk Mantan Bos GoPay jadi Komisaris Startup Akuakultur eFishery

Berdasarkan hasil survei bertemakan eChannel Fintech eCommerce & eLifestyle, GoPay menempati peringkat pertama sebagai e-money yang paling banyak digunakan, dipilih 81 persen responden.

Posisi kedua ditempati OVO sebanyak 71 persen. Selanjutnya, Shopeepay menempati posisi ketiga dengan 44 persen, lalu Dana di posisi keempat dengan 41 persen, selanjutnya e-money Mandiri 21 persen, Flazz 18 persen, Link Aja 16 persen, dan Brizzi 5 persen. Sementara itu, i.saku 2 persen, Jakcard 1 persen, Paytren 1 persen, dan lainnya 2 persen.

BACA JUGA: Fokus Tingkatkan Layanan Fintech, GoPay Saingi OVO dan ShopeePay

Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana mengatakan, alasan menggunakan e-money bervariasi. Mulai dari simple, efisien secara waktu, banyaknya promo yang ditawarkan, tidak perlu datang ke bank, dan aman.

"Sebagian besar uang elektronik dipakai untuk pembayaran delivery makanan, yang dipilih sebanyak 86 persen responden. Pembayaran transportasi online menjadi kedua terbanyak dipilih responden, sebanyak 77 persen,” ujarnya di Bandung, awal pekan ini.

BACA JUGA: Transaksi Gopay Lebih Besar Dibanding sebelum Pandemi

Ekonom Digital dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, menjelaskan keunggulan GoPay tidak terlepas dari kepeloporannya di industri pembayaran digital. Sehingga lebih mengerti dan lebih dulu menyesuaikan kebutuhan konsumen.

”GoPay secara kehadiran kan memang lebih dulu dan memiliki basis pengguna Gojek yang juga hadir lebih dulu. Sehingga, kalau masih lebih unggul wajar,” ungkapnya kepada wartawan.

Terlebih ekosistem Gojek yang makin matang saat ini membuat GoPay bukan sekadar digunakan untuk pembayaran transportasi online tetapi jauh meluas karena bisa digunakan untuk beragam layanan.

”Tren ke depan akan tetap bersaing ketat. Kuncinya adalah penggunaan pembayaran elekronik di luar bisnis transportasi online dan turunannya. Yang bisa melakukan diversifikasi layanan secara cepat dan masih digunakan akan memimpin,” tegasnya.

Dengan jaringan yang terus meluas dan teknologi yang kian berkembang, GoPay juga meraih peringkat pertama layanan yang digunakan dalam pembayaran melalui QR-Code. Disusul Ovo, Linkaja, Dana, ShopeePay dan layanan lainnya.

Di tengah pandemi Covid-19, transaksi secara fisik dibatasi sehingga keberadaan QRIS diyakini akan makin membantu pelaku usaha.

GoPay sendiri melakukan upaya berupa kemudahan adopsi QRIS bagi para mitra merchant, dengan menyediakan layanan yang bisa diakses secara daring atau online. Sehingga para mitra bisa mengunduh gambar kode QRIS dan mencetaknya sendiri. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler