Pandemi Corona, Arief Poyuono Sarankan Luhut dan Said Didu Berdamai dan Batalkan Omnibus Law

Minggu, 05 April 2020 – 12:21 WIB
Arief Poyuono. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak semua politisi, elite, mantan pejabat negara dan pemerintah akur. Dia mengingatkan untuk jangan saling serang dan caci maki, karena saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi perang melawan Covid-19.

Menurut dia, Bangsa Indonesia dan Presiden Joko Widodo sama-sama belum pernah menghadapi perang terbuka melawan musuh yang kasat mata, dan mematikan manusia seperti corona.

BACA JUGA: Arief Poyuono Minta DPR Tak Bahas Omnibus Law di Tengah Corona

"Jadi, jangan saling merasa paling hebat, paling pintar, dan lain-lain. Mohon semua sadar bahwa yang kita hadapi saat ini sangat berat dan sulit, sebab dampaknya menyangkut masalah perekonomian dan hubungan sosial antarmasyarakat," kata Arief, Minggu (5/4).

Arief meminta para elite politik, tokoh berpengaruh, aktivis mantan pejabat, jangan terus mencela pemerintah Jokowi.

BACA JUGA: Arief Poyuono: Kalau Buruh Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law, Bisa Runyam PSBB

Dalam kesempatan itu, Arief juga menyoroti polemik antara mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Di mana Luhut, lewat juru bicaranya, Jodi Mahardi, menyatakan akan melaporkan Said, akibat komentarnya soal penanganan virus corona di Indonesia di kanal YouTube-nya.

BACA JUGA: Arief Poyuono: Lebih Baik Darurat Sipil Daripada PSBB

Arief pun meminta kedua pihak untuk berdamai, karena polemik itu memicu perpecahan bangsa Indonesia dalam memerangi Covid 19.

"Sudah kalian berdamai dan saling memaafkan saja. Sebab kalian berdua kan sama tujuannya, yaitu membangun bangsa dan menghindarkan bangsa ini hancur akibat Covid-19," ujar Poyuono.

Lebih lanjut Arief juga meminta para kepala daerah, walau ada sistem otonomi tetapi dalam masalah Covid-19 hendaklah satu komando mengikuti arahan Presiden Joko Widodo. "Jangan jalan sendiri-sendiri," tegasnya.

Yang paling utama lagi, Arief memohon dengan kerendahan hati kepada anggota DPR yang terhormat jangan menyulut kemarahan masyarakat dengan membahas dan akan mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Dia meminta pimpinan fraksi dan DPR, untuk menghentikan pembahasan RUU tersebut.

"Hentikan dan batalkan omnibus law, saat-saat kita menghadapi wabah Covid-19," tegasnya.

Dia pun meminta Presiden Jokowi segera menarik draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja tersebut.

"Tolong Kang Mas Joko Widodo, dalam kesibukan menangani Covid-19 agar segera menarik draf omnibus law, yang namanya omnibus law itu tidak akan ada gunanya, tidak akan ada investasi asing masuk Indonesia," kata Arief.(boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler