Pandu Riono Akhirnya Puji Kebijakan Presiden Jokowi

Senin, 10 Januari 2022 – 10:25 WIB
Juru Wabah dari Universitas Indonesia dr Pandu Riono MPH PhD. Foto tangkapan layar YouTube Hersubeno Point

jpnn.com, JAKARTA - Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyatakan, mayoritas masyarakat Indonesia telah memiliki kekebalan tinggi terhadap potensi penularan covid-19.

Menurut Pandu, Indonesia termasuk negara dan bangsa yang beruntung. Pasalnya, sebagian penduduk telah memiliki imunitas tinggi, lantaran telah berhasil sembuh dari covid.

BACA JUGA: Pandu Riono Yakin Pandemi Bakal Bertahan Lebih Lama dari Jabatan Jokowi

Hal lainnya juga terkait pelayanan kesehatan yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat dan memperluas jangkauan vaksinasi.

“Kita beruntung sebagai bangsa dan negara, sebagian penduduk Indonesia divaksin oleh Tuhan (sembuh dari covid), kemudian dibooster oleh pemerintah, berkat inisiatif Presiden Jokowi,” kata Pandu saat menghadiri rilis survei Indikator Politik Indonesia bertajuk Pemulihan Ekonomi Pasca Covid, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024 secara virtual, Minggu (9/1).

BACA JUGA: Epidemiolog UI Pandu Riono: Hacker tak Akan Bisa Menghentikan Saya Bicara

Menurut Pandu, konsistensi Presiden Jokowi dalam upaya pemulihan pandemi layak diapresiasi. Pandu berpendapat, inisiatif dan konsistensi yang ditunjukkan Presiden Jokowi membuat kerentanan semakin mengecil.

“Kita harus apresiasi atas inisiatif vaksinasinya yang dilakukan Jokowi. Dia konsisten. Dengan usaha yang luar biasa, semua menteri mencari vaksin. Menteri luar negeri juga melakukan diplomasi vaksin. Itu kerja keras yang luar biasa. Dampaknya sekarang kita lihat,” ungkap Pandu.

BACA JUGA: Pandu Riono Sebut Penunjukan Indofarma Produksi Ivermectin tak Adil, Uni Irma Meradang

Pandu mengatakan, untuk menyelesaikan pandemi butuh niat dan keputusan politik yang luar biasa. Kebijakan tepat yang diambil pemerintah, sambungnya, berdampak pada tingginya tingkat kepercayaan publik (approval rating) terhadap Presiden Jokowi.

Dalam temuan Indikator, pada Desember 2021 approval rating Jokowi mencapai 71%, meningkat tajam dalam 4 bulan terakhir dibandingkan sebelumnya Juni 2021 sebesar 59%.

“Untungnya pak presiden jokowi mau berani malu mengubah kebijakan yang mungkin sudah diputuskan kabinet. Ternyata itu berdampak memperbaiki kinerjanya, disenangi masyarakat. Hotel laku dan perjalanan juga meningkat,” kata Pandu.

Beragam kebijakan dan solusi inilah yang kemudian tidak dilakukan pengetatan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ke depan, atau ketika memasuki Ramadhan, Pandu optimistis pengetatan tidak perlu dilakukan.

“Kalau kondisinya masih seperti ini, Ramadhan tidak perlu diketatkan tidak apa. Sekarang senjata kita ada dua, vaksinasi dan masker. Mau bepergian atau berkumpul silakan. Pastikan sudah divaksinasi dua kali,” imbaunya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler