Panen Raya Cabai Rawit Seluas Ratusan Hektare di Tuban Dijadwalkan Jelang Ramadan

Senin, 27 Februari 2023 – 21:36 WIB
Tanaman cabai rawit yang siap panen. Foto: ilustrasi/dokumentasi humas Kementan

jpnn.com, TUBAN - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memastikan pasokan bahan pokok cukup menjelang Ramadan.

Salah satu langkah yang dilakukan jajaran Kementan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo turun langsung memantau ke daerah sentra produksi bahan pokok.

BACA JUGA: Kementan Pastikan Pasokan Cabai Rawit di Magelang Terpenuhi hingga Idulfitri

Hal ini seperti yang dilakukan Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dinas KPPP) Kabupaten Tuban melakukan pantauan langsung ke lokasi lahan cabai rawit di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Sabtu (25/2)

Kabupaten Tuban merupakan salah satu daerah sentra cabai.

BACA JUGA: Panen Cabai Rawit di Mojokerto Melimpah Hingga Lebaran, Kementan Amankan Pasokan

Berdasarkan data BPS, total luas tanam tanaman cabai rawit di Kabupaten Tuban pada 2022 di 20 kecamatan mencapai 8.980 hektare, dan cabai besar 1.028 hektare.

Sementara itu, produksi untuk cabai rawit mencapai 36.528 ton dan untuk cabai besar sebesar 6.760,98 ton.

Ada empat Kecamatan yang menjadi sentra, yaitu Soko, Jatirogo, Bancar dan Grabagan.

Petani cabai Desa Ngandong, Suiswanto menjelaskan kondisi pertanaman saat ini beragam, mulai dari ada yang baru tanam, sudah berbuah, dan mulai petik putih.

"Pertanaman di Kecamatan Grabagan saat ini sekitar 600 hektare. Di sini setelah tanaman jagung panen, di sela-selanya kami tanami cabai. Proyeksi panen raya jelang Ramadan, tepatny awal April. Pasti stok cabai dari Kabupaten Tuban melimpah jelang hari raya," ujar Suiswanto.

Lebih lanjut Suiswanto mengungkapkan masih ada pertanaman di lahan percil atau lahan perhutani, sekitar 1.700 hektare yang ditanami cabai rawit. Lahan tidak masuk rekap, namun akan panen juga jelang Idulfitri.

Kepala Dinas KPPP Tuban Arif Yulianto menyampaikan pihak sudah melakukan pengawalan dan pendampingan untuk memastikan produksi optimal jelang Ramadan dan Idufitri.

"Memang tahun lalu sempat mengalami penurunan produksi akibat serangan antraknos dan lalat buah. Alhamdulillah tahun ini serangan dapat diatasi. Dinas dan penyuluh mendorong petani untuk rajin melakukan penyemprotan," terang Arif.

Penyuluh pertanian lapang Kecamatan Rengel, Sujono yang ikut mendampingi menerangkan bahwa cabai dari Kabupaten Tuban merupakan salah satu cabai yang terbaik.

"Cabai dari Tuban salah satu yang terbaik karena lebih tahan. Cabai tersebut didistribusikan untuk pasar lokal, Bojonegoro, ke Jakarta bahkan sampai ke Kalimantan," jelas Sujono.

Setiap Senin, Sujono melakukan survei harga ke pasar. Kemarin harga cabai rawit di tingkat petani sebesar Rp 45-50 ribu.

Ditemui terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Andi Muhammad Idil Fitri memaparkan bahwa berdasarkan Prognosa Produksi dan Neraca Nasional untuk cabai rawit pada Maret-April surplus sebesar 92.402 ton dan 91.940 ton.

Sementara itu, lanjut Idil, untuk cabai besar pada Maret-April surplus sebesar 83.108 ton dan 72.021 ton.

"Jika pengaturan stok ke daerah defisit berjalan dengan baik, insyaallah harga terkendali," ujar Idil. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler