Pangkas Kredit Korporasi, Bank Siap Turunkan Bunga

Jumat, 20 Februari 2009 – 08:08 WIB
JAKARTA – Krisis global membuat bank menata kembali portofolio kreditnyaBank BNI, misalnya, tahun ini akan memangkas kredit korporasinya.
 
Direktur Konsumer Bank BNI Darwin Suzandi mengatakan, dalam kondisi krisis, semua bank akan selektif mengucurkan kredit

BACA JUGA: Telkom Salurkan Rp591 M Bantuan Bergulir untuk UKM

Krisis diperkirakan akan berimbas kuat pada perusahaan-perusahaan skala besar
"Komposisi kredit korporasi akan diturunkan dari 55 persen menjadi 40 persen," ujarnya kemarin (19/2)

BACA JUGA: Jepang Siap Transfer Teknologi Peleburan Baja


 
Dia mengakui, selama ini korporasi mendominasi portofolio kredit BNI
Dengan penurunan itu, porsi kredit UKM (usaha kecil dan menengah) dan kredit konsumsi akan diperbesar

BACA JUGA: Pendapatan Kargo Garuda Capai Rp156 M

"Total, porsinya (kredit UKM dan kredit konsumen) menjadi 60 persen," tuturnya.
 
Dari pengalaman, kata dia, sektor perekonomian yang relatif tahan guncangan krisis adalah UKM"Kami ingin ada keseimbangan," ucapnya.
 
Terkait suku bunga pinjaman, Darwin Suzandi mengatakan, pihaknya tengah menghitung besaran penurunannya'"Secara industri, suku bunga akan turun mengikuti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate)," ujarnya.
 
Pada 4 Desember lalu, BI memangkas suku bunga dari 9,5 persen menjadi 9,25 persenSelanjutnya, pada 7 Januari 2009, BI kembali memangkas suku bunga menjadi 8,75 persenLantas, pada 4 Februari lalu BI rate kembali diturunkan ke level 8,25 persen
 
Menurut Darwin, khusus untuk kredit konsumsi sebenarnya Januari lalu BNI sudah menurunkan suku bunga dari 16,5 persen per tahun menjadi 14-15 persenKini, manajemen BNI menghitung kembali besaran penurunan suku bunga kreditnya"Kalau rata-rata historical, mungkin (penurunan) maksimum setengah sampai satu persen," terangnya
 
Sebelumnya, Dirut Bank BNI Gatot MSuwondo mengatakan, upaya memperbesar kredit UKM, antara lain, dilakukan lewat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR)BNI menyalurkan KUR melalui tiga pola, yakni disalurkan langsung, melalui koperasi, dan melalui perusahaan inti untuk usaha plasma.
 
Hingga akhir 2008, BNI menyalurkan KUR Rp 1,16 triliun ke 8.954 usaha kecil di IndonesiaMereka terdiri sektor perdagangan dan rumah makan 77,0 persen, pertanian dan sarana pertanian 10,1 persen, jasa 5,9 persen, industri pengolahan 4,8 persen, dan konstruksi 1,0 persen.
 
Dalam pembiayaan KUR tersebut, BNI mendapat fasilitas penjaminan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Sarana Pengembangan Usaha (PSPU)Untuk mendorong kredit ke sektor UKM, BNI juga terus memperkuat jaringanSaat ini, BNI memiliki jaringan penyaluran kredit, yaitu 51 sentra kredit kecil (SKC), 112 unit kredit kecil (UKC), 63 cabang stand alone, 20 sentra kredit menengah (SKM), serta 54 cabang syariah(owi/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak Bank yang Persulit Penyaluran KUR


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler