Pangsa Perbankan Syariah di Jatim Masih Rendah

Selasa, 04 Juni 2019 – 05:20 WIB
BRI Syariah. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR4 Heru Cahyono menyatakan, kinerja perbankan syariah di Jatim selalu mengalami peningkatan setiap tahun.

Saat ini pangsa aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan di Jatim masih mencapai 5,64 persen.

BACA JUGA: Target Rp 1,5 Miliar, Realisasi Retribusi Parkir Baru Rp 104 Juta

Nilai tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan nasional sebesar 5,95 persen.

BACA JUGA: Davespro dan Davestera Optima Syariah Produk Anyar dari BRI Life

BACA JUGA: Generasi Milenial Kuasai 40 Persen Bisnis Kuliner di Jatim

Menurutnya, pangsa perbankan syariah di Jatim masih memiliki ruang pengembangan yang luas.

Pasalnya, jumlah penduduk muslim di Jatim mencapai 97 persen. Potensi tersebut belum tergarap secara maksimal.

BACA JUGA: Nice Actimize & Q2 Technologies Ajak Bank dan Institusi Keuangan Diskusi Anti-Money Laundering

Hal itu terlihat dari masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah, yakni sebesar 29,35 persen dan tingkat inklusi yang hanya 12,21 persen.

Menurut Heru, kondisi tersebut menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat Jatim terhadap layanan keuangan syariah sudah cukup baik.

“Namun, sebagian besar masih belum menggunakan produk dan layanan keuangan syariah," kata Heru beberapa waktu lalu.

Heru menuturkan, dari hasil survei keuangan OJK, tingkat inklusi keuangan syariah di umur milenial lebih rendah lagi.

"Karena itu, kami berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Setelah nanti memahami, mereka akan menggunakan," ujarnya.

Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Jatim, OJK KR 4 Jatim bersama pegiat keuangan syariah menerbitkan buku edukasi keuangan syariah.

Hingga saat ini sudah ada tiga seri buku edukasi keuangan syariah. Sementara itu, Komisioner OJK Ahmad Hidayat menambahkan, perlu ada terobosan agar keuangan syariah bisa lebih diminati.

Misalnya saja dengan penggunaan teknologi seperti QR code, aplikasi yang bisa diakses dari gadget dan lain-lain.

"Terobosan ini bisa membuat produk jasa keuangan syariah tidak kalah dengan konvensional. Termasuk peningkatan kompetensi SDM-nya," tutur Ahmad. (nur/sb/cin/jay/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengusaha Asal Medan Boelio Cs Kembali Dilaporkan ke Polisi, OJK, dan PPATK


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler