Pantura Akan Selalu Rusak dan Macet

Harus Didampingi Jalan Lain

Sabtu, 05 Juli 2014 – 10:10 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Mudik lebaran tinggal satu bulan lagi. Pemerintah pun terus melakukan perbaikan di sejumlah jalur mudik lebaran. Salah satunya adalah pantai utara (pantura).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa saat ini sudah tidak ada jalan yang rusak.  Namun jalan yang sudah diperbaiki itu berpotensi untuk rusak lagi.
    
Menteri PU, Djoko Kirmanto mengakui bahwa perbaikan jalur pantura tidak akan bertahan lama. Sifatnya hanya tambal sulam. Jika ada yang bolong akan ditambal. Hal itu disebabkan jalur tersebut selalu dipadati oleh kendaraan setiap tahunnya. "Selalu ada perbaikan di Pantura. Itu sudah tiap tahunnya," jelasnya.
    
Menurut Djoko, kerusakan itu disebabkan dua permasalahan. Yakni kendaraan yang melintas sudah melampaui kapasitas jalan. Sedangkan yang kedua adalah beban kendaraan yang terlalu berat.

BACA JUGA: Truk Masuk Jurang, Ada Mayat Terikat di Dalamnya

"Dua penyebab itu yang membuat umur jalan tidak bisa bertahan lama. Dan dua-duanya sudah sangat kompleks," paparnya.
    
Parahnya jalur pantura itu dibuktikan sendiri oleh tim dari Kementerian PU. Berdasarkan perhitungan  antara volume kendaraan dibanding dengan kapasitas dihasilkan visi rasio yang melebihi ambang batas. Normalnya visi rasio 0,5 persen. Namun di Pantura sudah mencapai 0,7 persen sampai 0,8 persen.
    
Dia menambahkan, mayoritas kendaraan yang melintas beratnya melebihi kapasitas jalan. Seperti truk besumbu dua. Menurut dia beban maksimal kendaraan yang melintas sesuai aturan yakni 10 ton.

Tapi saat dia sidak di jalur tersebut, kendaraan yang melintas melebihi regulasi yang ditetapkan. "Kami sempat menemukan truk yang patah as. Saat kami periksa beratnya 90 ton," terangnya.
    
Menurut Djoko, solusi agar tidak tambal sulam, pantura harus didukung dengan pembangunan jalan tol dan dobel track. Menurut alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, Kementerian PU sudah kini tengah membangun sejumlah jalan tol dari ujung barat sampai ujung timur.

BACA JUGA: Beltim Kembali Terima CPNS Lulusan SMA dan SMK

Misalnya jalan tol Cikampek-Palimanan. Jalan yang panjangnya 116 kilo itu masih dalam tahap pembangunan. Pembebasan lahan di Palimanan, kanci dan Cirebon sudah selesai. Kini progresnya 35 persen. Pihaknya mentargetkan tahun 2015 jalur tersebut sudah bisa digunakan. "seminggu atau dua minggu lagi akan di ground breaking (dibangun)," jelasnya.
    
Selain itu tol semarang-Batang. Panjangnya sekitar 30 kilometer. Kini masih bermasalah dalam pembebasan lahan. Menurut Djoko ada tanah milik PTPN. Untuk mengatasi itu, pihaknya mengaku sudah berbicara dengan Dirut PTPN.
    
Untuk ruas Solo-Ngawi progresnya pembebasan lahan sudah mencapai 80 persen. Lahan sebagian milik pemerintah dan swasta. Ruas Ngawi-Kertosono pun belum selesai. Djoko mengatakan jalan itu masih dalam pembebasan lahan. Ada juga di Jawa Timur yakni tol Kertosono-Mojokerto seksi I. Panjangnya 14,5 kilometer. "Untuk Surabaya-Kertosono masih dalam pengerjaan," jelasnya.
    
Jalan Tol Gempol-Pandaan yang panjangnya 12,1 kilometer pun menuai kendala. Meskipun pembebasan lahannya sudah 90 persen, ada satu rumah yang belum bisa dibeli oleh pemerintah.

Pihaknya pun sudah meminta bantuan pada bupati serta Gubernur Jawa Timur.  Sedangkan untuk ruas Gempol-Pasuruan seksi I yang panjangnya 12 kilometer sudah hampir selesai. "Tahun depan semuanya akan kami usahakan selesai," terangnya.
    
Pada bagian lain, Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto mengatakan pihaknya meminta pemerintah untuk mengaktifkan jembatan timbang. Menurut dia selama ini banyak truk yang nakal tidak mau masuk ke jembatan timbang.  

BACA JUGA: Polisi yang Jadi Gembong Rampok Sempat Kabur ke Masjid

Tak hanya itu, setiap tahun saat mudik, Kementerian PU selalu siaga memantau jalur lebaran. Mereka membentuk tim yang terdiri dari petugas eselon I dan eselon II. Mereka akan diminta untuk mengawasi jalur tempat mereka pulang kampung.

Djoko mengaku pihaknya dulu kebagian daerah jawa timur. "Setiap karyawan lebagian. Kalau ada yang rusak langsung kami perbaiki," jelasnya. (aph)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadi Gembong Rampok, Polisi Ditangkap Saat Dinas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler