Para Bupati di Pulau Ini Sepakat Dukung Tour de Flores

Minggu, 02 April 2017 – 11:00 WIB
Gubernur NTT Frans Lebu Raya. FOTO: Timor Express/JPNN.com

jpnn.com, LABUAN BAJO - Bupati se-Daratan Flores menyatakan sikap untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan ajang balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF). Rencananya kegiatan tersebut akan dilangsungkan bulan Mei 2017 mendatang.

Kesepakatan itu terungkap dalam rapat koordinasi pelaksanaan TdF yang berlangsung di hotel La Prima Labuan Bajo, Jumat (24/3).

BACA JUGA: Bupati Kepsul Ikut Program Tax Amnesty

Rapat dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya didampingi Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, Chairman TdF, Primus Dorimulu serta Kadis Pariwisata NTT, Marius Ardu Jemalu.

Sejumlah bupati yang hadir yakni Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote, Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera dan Bupati Ende, Marselinus YW Petu serta kepala dinas dari masing-masing kabupaten se-Daratan Flores.

BACA JUGA: Bupati Mengaku Terima Laporan Ada PNS Main Perempuan

Frans Lebu Raya pada kesempatan itu mengharapkan partisipasi dan kepedulian para bupati untuk menyukseskan kegiatan TdF sebagai ajang dan kesempatan mempromosikan pariwisata yang ada di Flores. Bentuk dukungan itu diminta agar pemerintah daerah masing-masing menyiapkan anggaran yang pantas, juga fasilitas dan prasarana pendukung kegiatan, agar balap sepeda berjalan lancar dan sukses.

“Jangan berpikir tentang besarnya anggaran atau dana yang kita keluarkan untuk kegiatan TdF, tetapi dampak wisata yang akan kita rasakan akan jauh lebih mahal,” ujarnya.

BACA JUGA: Yusak Yaluwo, Bupati yang Menang Pilkada saat Dipenjara

Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera mengaku, untuk Kabupaten Sikka pada prinsipnya mendukung penuh kegiatan TdF dan dana sedang dalam proses pembahasan bersama DPRD Sikka. Baginya, menggelar sebuah ajang yang berdampak positif pada masyarakat adalah hal yang harus diapresiasi.

Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote mengatakan mengaku pemerintahnya telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,1 miliar untuk siap mendukung pelaksanaan TdF.

Sementara, Bupati Manggarai, Deno Kamelus menegaskan jika ajang TdF dijadikan sebagai hajatan rutinitas tiap dua tahun sekali, maka pemerintah daerah se-Daratan Flores perlu bersepakat untuk mengalokasikan anggaran bersama pengadaan fasilitas pendukung balapan yang selama ini harus didatangkan dari Banyuwangi. Akibatnya, terjadi pembengkakan biaya angkutan peralatan peserta.

Dirinya meminta Gubernur NTT untuk perlu mengeluarkan regulasi khusus dan jelas dalam mengalokasikan anggaran khusus TdF.

“Perlu ada regulasi yang jelas antara pemkab, penyelenggara TdF, juga libatkan DPRD di masing-masing kabupaten,” tegasnya.

Chairman TdF, Primus Dorimulu sependapat, perlunya Memorandung of Understanding (MoU) bersama agar lebih jelas dan tegas. Dia juga membeberkan besaran anggaran pada pelaksanaan TdF sebelumnya, di mana dana Rp 5,9 miliar saat ini masih menjadi tanggung EO.

Dirinya mengharapkan peran masing-masing kabupaten se-Daratan Flores untuk mengalokasikan anggaran Rp 1,4 miliar. “Kalau biaya hotel bagi peserta dan peralatan dalam racer dapat ditanggung pemerintah daerah, maka dana dapat ditekan. Bagi kita TdF adalah event penting promosi pariwisata di Flores,” jelasnya.

Primus menambahkan, dalam agenda kerja ajang balap sepeda TdF 2017, bakal diikuti 20 negara dengan jumlah peserta ratusan termasuk pembalap nasional yang biasa mengikuti balap di luar negeri.

Dengan demikian, kegiatan TdF merupakan ajang baik untuk promosi wisata di Flores. Dari data sebelumnya terjadi peningkatan kunjungan wisatawan 15 persen termasuk dampak dari TdF.(krf5/ays)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler