Parpol Mulai Jajaki Koalisi, KIB Sudah Solid dan Siap Tempur

Jumat, 24 Juni 2022 – 20:11 WIB
Koalisi Indonesia Bersatu yang berisi Golkar, PAN, dan PPP. Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti BRIN Wasisto Rahardjo Jati menilai tiga poros yang sudah mulai terlihat saat ini sangat mungkin menggambarkan konstelasi politik pada Pemilu 2024 mendatang.

“Artinya poros-poros ini bisa akan menjadi koalisi permanen hingga 2024 atau berfusi dengan koalisi lainnya yang mapan,” jelas Wasisto, Jumat (24/6).

BACA JUGA: PAN: KIB Prioritaskan Capres dari Internal

Meski begitu, Wasisto menilai hanya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang sudah benar-benar solid dan siap bergerak sebagai satu kesatuan.

Sementara dua poros lainnya, masih dalam tahap mencari kesepahaman satu dan lainnya.

BACA JUGA: PAN Masuk Kabinet, Prof Hamdi Sebut Jokowi Ingin Memperkuat KIB

“Dari ketiga ini, KIB tentu sudah terlihat kompak dan siap jalan. Sedangkan dua yang lain masih berupaya mencari titik kesepahaman sama,” tegas Wasis.

Mengenai PDIP yang terkesan tidak tertarik membahas koalisi, Wasis menilainya sebagai hal yang wajar.

BACA JUGA: 3 Ketum KIB Politikus Kawakan dan Berpengalaman, Layak Jadi Capres

Sebagai satu-satunya yang bisa mengusung capres tanpa berkoalisi, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tak perlu terburu-buru menentukan sikap.

Menurut dia, PDIP kemungkinan masih memantau dinamika yang berkembang dan baru akan membuat keputusan di menit-menit akhir.

Wasis mengaku tidak akan kaget jika PDIP ternyata memutuskan bertarung di Pilpres 2024 tanpa rekan koalisi.

Namun, skenario yang paling mungkin adalah partai berlambang banteng moncong putih itu bergabung dengan poros Gerindra dan PKB.

“PDIP dan Gerindra memang ada kedekatan emosional dan ideologi,” tambah dia.

Ihwal tiga poros yang sudah mulai terlihat jelang Pemilu 2024 tersebut, Wasis menyambut positif.

Menurut dia, dengan demikian pertarungan politik dua tahun lagi itu akan berjalan lebih dinamis.

Tidak seperti dua pemilu sebelumnya yang cenderung panas.

“Kalau misal jadi 3 poros, pertarungan akan lebih dinamis dan cair dimana warna identitas tidak lagi mengental dalam 2 kubu,” tegas dia. (dil/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler