Partai Amien Rais Segera Hadir, Mungkinkah Pemilih PAN Pindah?

Jumat, 11 September 2020 – 15:25 WIB
Viva Yoga Mauladi. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menghargai keputusan Amien Rais yang berencana mendirikan partai baru.

Menurut Viva, jika partai itu terbentuk, otomatis persepsi publik pun berubah terhadap PAN.

BACA JUGA: Loyalis Amien Rais: Apa yang Dilakukan Mumtaz Rais Sungguh Memalukan

Misalnya, kata dia, publik akan menilai Amien Rais telah meninggalkan dan keluar dari PAN setelah membentuk partai baru.

Walakin, Amien tetap tercatat sebagai pendiri PAN.

BACA JUGA: Tunggu Ya, Sebentar lagi Amien Rais Bakal Memperkenalkan Parpol Barunya

"Jika Pak Amien mendirikan partai politik baru, masyarakat akan menilai, PAN tidak identik lagi dengan Pak Amien Rais," kata Viva kepada awak media, Jumat (11/9).

Viva turut menyinggung kemungkinan nama partai baru Amien memakai PAN Reformasi.

BACA JUGA: Ali Taher PAN: Saya Sampai Bertanya, Pak Fachrul Razi Ini Agamanya Islam atau Bukan?

Menurut dia, pemakaian nama PAN di partai baru tersebut adalah sesuatu yang wajar.

Sebab, Amien masih berharap akan mendapatkan efek elektoral dari PAN yang sejak pemilu 1999 sampai 2019 lolos di DPR RI.

"Menurut saya, kalaupun ada efek elektabilitas, getarannya sangat kecil alias nonsignifikan," ujar pria yang juga menjabat juru bicara PAN ini.

Setidaknya, Viva membeber dua alasan yang menyebabkan pemilih PAN tidak berpindah ke PAN Reformasi bentukan Amien.

Pertama, kata dia, masyarakat akan menilai bahwa itu adalah partai politik baru, bukan PAN yang asli.

Namun, partai politik baru yang ingin mendapatkan efek politik dari nama PAN. 

"Mungkin berbeda dengan kasus berdirinya partai Gerindra, partai Nasdem, dan partai Hanura, meski para tokoh pimpinan partai politik baru itu adalah mantan kader Golkar, tetapi mereka tidak ingin atau tidak berharap akan mengeruk efek elektoral dari Golkar. Mereka percaya diri atas partai politik baru yang didirikan itu," ujar dia.

Alasan berikutnya, ujar dia, dalam kondisi saat ini upaya untuk membangun partai identitas membutuhkan perjuangan dan sumber daya partai yang besar. 

"Suatu partai politik baru di tengah politik kontemporer mesti berjuang untuk membangun infrastruktur partai, menyiapkan pengurus dan kader militan, harus lolos sebagai peserta pemilu, serta harus lolos parliamentary threshold yang setiap pemilu angkanya makin naik sesuai ketentuan undang-undang pemilu," ungkap dia.

Dia percaya, pengurus dan kader PAN itu rasional dan berakal sehat.

Tentu akan mempertimbangkan hal tersebut dan tidak akan ikut dengan partai baru bentukan Amien.

"Jika ada yang bergabung kemungkinan hanya kecil saja. Tidak signifikan," pungkas dia. (ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler