Partai Demokrat: Pileg dan Pilpres Serentak Munculkan Berbagai Persoalan

Kamis, 12 Desember 2019 – 23:05 WIB
Kotak Suara Pemilu 2019. Foto ilustrasi. pojoksatu

jpnn.com, JAKARTA - Pidato Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyinggung berbagai persoalan penyelenggaran Pemilu 2019 bukanlah keluhan tetapi masukan untuk perbaikan.

Menurut Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan, dalam kenyataannya ada sesuatu yang perlu diperbaiki ke depan terkait penyelenggaraan pesta demokrasi 2019 lalu.

BACA JUGA: Anak Buah SBY: Mengembalikan Pilpres ke MPR Adalah Pengkhianatan

"Karena pilpres kemarin itu banyak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan termasuk perpecahan di antara masyarakat. Nah, ini juga harus diperbaiki ke depan," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/12).

Selain persoalan keterbelahan, kata Syarief, sisi penyelenggaraan pemilu juga harus diperbaiki. Dia menegaskan penyelenggaraan pemilu presiden dan legislatif serentak itu juga penuh dengan permasalahan.

BACA JUGA: Cinta Luar Biasa Kalahkan Pilpres 2019 di Pencarian Terpopuler Google

"Kita lihat faktanya para tim, KPPS banyak jadi korban. Ini satu catatan yang perlu diperbaiki ke depan," ujarnya.

Syarief menyatakan bahwa partainya berpandangan sebaiknya pileg dan pilpres itu dipisah. Sebab, kalau digelar bersamaan menimbulkan persoalan, termasuklah masalah dalam penentuan parliamentary treshold dan presidential threshold.

BACA JUGA: PDIP Usulkan Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah

"Kalau bersamaan seperti kemarin itu, ukuran dan penentuan PT itu kan bermasalah ya. Kemarin itu kan PT ditentukan dari pemilu sebelumnya kan, itu juga pernah dipakai," ungkapnya. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler