Partai Demokrat Tetap Tak Setuju Amnesti Thaksin

Selasa, 05 Juli 2011 – 08:46 WIB

BANGKOK - Setelah mengakui kekalahan dalam Pemilu, PM Abhisit Vejjajiva meletakkan jabatannya sebagai ketua Partai DemokratSejumlah pengurus teras, termasuk Sekjen Partai Suthep Thaugsuban yang juga merupakan deputi perdana menteri, juga mengundurkan diri.

Abhisit mengatakan, pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab atas merosotnya suara partainya, terutama dibandingkan pada Pemilu 2007

BACA JUGA: Di Antara 8 Peluru, Masih Ada Dua di Tubuh

"Saya harus mengambil tanggung jawab
Untuk itu, saya mengundurkan diri dari kepemimpinan partai," katanya

BACA JUGA: Kartu Truf Berada di Tangan Militer Thailand

Partainya bakal menentukan pengganti dirinya dalam tiga bulan ke depan.

Abhisit, yang mengendalikan Thailand ketika krisis keuangan dunia juga merembet ke Asia, tidak bersedia menjawab kemungkinan dirinya juga terpilih kembali dalam penentuan ketua partai baru.

Sekjen Partai Suthep Thaugsuban, yang berbicara kepada pers setelah pengumuman pengunduran diri Abhisit, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan akibat kekalahan partainya
Deputi perdana menteri pada pemerintahan Abhisit tersebut juga mengatakan, dirinya kecewa karena agenda pemberantasan korupsi dan perbaikan ekonomi tengah berjalan.

Mengenai amnesti terhadap Thaksin, Suthep tetap menyatakan ketidaksetujuannya

BACA JUGA: PM Inggris Tarik Tentara dari Afghanistan

"Saya telah mempelajari hukum internasional atau beberapa negara yang tidak membolehkan mengeluarkan amnesti terhadap orang yang telah menghancurkan dan membakar negaranya sendiri," katanya.

Namun, menurut dia, kelompok kaus merah atau pemerintahan yang baru, pasti akan mencoba untuk memberi amnesti terhadap Thaksin"Mereka akan tahu kapan waktu yang tepat," ujarnya.

Pasca pernyataan pengunduran diri Abhisit, suasana di kantor Prachatipat Party, sebutan Partai Demokrat, tampak lengangHanya ruang konferensi pers di gedung pertemuan yang ramai oleh wartawanSementara di ruang sekretariat partai yang berada di gedung yang berbeda, hanya tampak beberapa stafTak jauh dari kantor itu, beberapa spanduk kampanye Partai Demokrat juga tampak bergeletakan di pinggir jalan.

Sementara, bursa saham Thailand melesat 4 persen setelah Puea Thai Party menang mutlak dalam pemilu akhir pekan laluKemenangan partai pimpinan Yingluck Shinawatra tersebut meningkatkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi di ThailandDalam sesi siang, SET index meningkat 4,1 persen menuju 1,084.28 poin, atau yang tertinggi sejak 13 MeiMata uang Thai Baht juga terapresiasi 1 persen dalam sepekan, di tengah harapan terhadap aliran modal masuk ke negeri Gajah Putih itu, setelah diterpa krisis.

Dalam kampanyenya, Puea Thai Party memang banyak mengusung isu-isu populisAntara lain, menyediakan komputer tablet kepada hampir 800.000 siswa baru di tiap tahunnyaMereka juga berjanji membangun kereta api cepat baru, serta dana pembangunan bagi masyarakat perdesaan dengan alokasi dana 300 ribu hingga 2 juta baht tiap desaProgram itu akan menyentuh 73.000 desaJika janji-janji itu terealisasi, kebijakan kerakyatan akan memerlukan biaya miliaran dolar dan dapat merangsang pertumbuhan negara terluas kedua di Asean ini.

Namun dengan penerimaan pajak yang relatif rendah, Puea Thai juga menjanjikan pemotongan pajak bagi korporasiSehingga, kemungkinan pemerintah selanjutnya bakal menganggarkan defisit fiskal hingga 350 miliar baht, atau lebih dari Rp 100 triliun(sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perluas Operasi, Syria Kirim Tank untuk Oposisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler