Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan DPP Republikan dengan Ketua Dewan Penasihat Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Suhardiman di Hotel Sahid Jaya, Kamis (16/10)
BACA JUGA: PDIP Ngebet Gandeng Golkar
Hadir Ketua Dewan Pertimbangan Republikan Suryanto Sosrojoyo, Ketua Umum DPP Partai Republika Nusantara Mayjen TNI (pur) Syahrir M.SPertemuan itu untuk mendengarkan paparan SOKSI tentang figur Gubernur DI Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang pada 28 Oktober mendatang akan mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon presiden.
SOKSI adalah salah satu ormas pendiri Golkar yang sejak awal mendukung Sri Sultan sebagai calon presiden
BACA JUGA: Baret Baru Buat Paspampres
Keputusan yang diambil dalam rapat pengurus harian SOKSI pada 8 Oktober tersebut berbeda dengan keputusan DPP Partai Golkar yang cenderung kembali mengusung paket SBY-Kalla.''Kedekatan kami dan Bang Yos baru sebatas penjajakan
Meski menyatakan mencabut dukungan, Yus Sudarso enggan membeberkan alasannya
BACA JUGA: DPR Bantah Isu Suap Hakim Agung
Dia juga tidak bersedia mengklarifikasi kabar pencabutan tersebut disebabkan Sutiyoso enggan berkontribusi kepada upaya pemenangan Republikan di Pemilu Legislatif 2009.Dalam paparannya, Suhardiman menyebutkan sejumlah visi kepemimpinan Sri Sultan HB XYus memastikan, DPP Republikan akan membawa rekomendasi hasil pertemuan tersebut dengan 1.945 pendiri partainya
''Berbeda dengan partai lain, deklarator Republikan berjumlah 1.945 orang yang tersebar di semua daerahKarena itu, keputusan yang akan diambil DPP adalah keputusan bersama,'' terangnya.
Terkait status Sri Sultan sebagai kader Partai Golkar, Ketua Dewan Pertimbangan Republikan Suryanto Sosrojoyo mengatakan, partainya tidak melihat itu sebagai masalahSebab, partainya mencari orang yang terbaik untuk memimpin bangsa''Kami mencari pemimpin berkualitas dan berpengalaman memimpin negara, bukan orang dari partai tertentu,'' katanya.
Yus menambahkan, idealnya sebuah partai besar seperti Golkar harus mengusung putra terbaiknya sebagai capresNamun, kalau Golkar tidak mencalonkan Sri Sultan, partai lain tentu memiliki peluang untuk mengusung gubernur DIJ itu(noe)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Isu Cukong Dibalik Syamsul Muarif
Redaktur : Tim Redaksi